Sosok Mentor Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 15 Okt 2018, 19:23 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (kanan) saat berjabat tangan dengan gelandang Liverpool, Naby Keita, 7 Oktober 2018. (AFP / Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menjadi dua di antara pelatih papan atas dunia. Keberhasilan mereka tak lepas dari dari siapa mereka berguru. Artinya, ada sosok di balik keberadaan Pep Guardiola dan Carletto.

Advertisement

Guardiola dan Carletto mengungkapkan siapa guru mereka pada Festival dello Sport yang digelar di Trento, Italia. Duo tersebut mengaku memiliki beberapa mentor hebat yang mereka jadikan sebagai panutan.

Berikut ini penuturan Pep Guardiola dan Carletto tentang siapa sesungguhnya mentor kepelatihan.

 

2 dari 3 halaman

Mentor Pep Guardiola

Sosok 'guru' Pep Guardiola adalah Johan Cruyff. Guardiola sendiri kerap disebut sebagai penerus filosofi sepakbola Total Football ala Cruyff.

Bagi Pep Guardiola, Johan Cruyff adalah sosok paling penting yang pernah bekerja bersamanya. Cruyff membuka mata dengan gaya sepakbolanya. Cryuff pula yang membantu memahami cara yang berbeda dalam melihat sepak bola.

"Rasanya seperti ke sekolah setiap hari. Saat kami menang, dia akan mengatakan kepada kami alasan kemenangan akmi. Dia membuat kami jatuh cinta," ungkap Guardiola.

 

3 dari 3 halaman

Mentor Ancelotti

3. Carlo Ancelotti - Merupakan Pelatih kawakan dengan gaji terbesar di dunia. Tak dipungkiri karena telah membawa banyak klub papan atas merajai eropa. (AFP/Carlo Hermann)

Bagi Ancelotti, sosok yang paling dia kagumi adalah Nils Liedholm. Ancelotti belajar tentang tata kelola pemain dari Liedholm, terutama pada dekade 80-an.

"Saya memiliki banyak guru penting. Soal tata kelola manusia, tak ada yang lebih baik dari Nils Liedholm. Pada dekade 80-an, dia sangat penting karena ida tidak memberikan tekanan kepada pemain," urai Ancelotti.

Menurut Carletto, peran seorang pelatih sangat rumit tapi menyenangkan. Seorang pelatih harus memikirkan ada 25 pemain di tim dan semua orang sama pentingnya, dari kitman sampai bintang terbesar di tim.

"Cara saya menangani tim adalah membuat semua orang merasa senyaman mungkin. Saya berikan tanggung jawab dan mendelegasikan semua tanggung jawab itu," tegas Carletto.

Sumber: Bola.net

Berita Terkait