Luka Modric Akui Real Madrid Lebih Bagus Dilatih Santiago Solari

oleh Liputan6.com diperbarui 15 Nov 2018, 22:50 WIB
Gelandang Real Madrid, Luka Modric (AFP/Gabriel Buoys)

Jakarta - Gelandang Real Madrid, Luka Modric, mengakui ada perkembangan yang positif sejak timnya dilatih oleh Santiago Solari. Bukan hanya secara tim, secara individu Modric pun kini merasa meningkat di lapangan.

Real Madrid memulai musim 2018/19 dengan cara yang kurang bagus. Akibatnya, pelatih Julen Lopetegui pun harus kehilangan posisinya. Lopetegui kemudian digantikan oleh Santiago Solari, yang sebelumnya jadi pelatih tim Real Madrid Castilla.

Advertisement

Solari mampu memberikan hasil yang impresif untuk Real Madrid. Pelatih asal Argentina memenangkan empat laga beruntun. Pada empat laga tersebut, Madrid hanya kebobolan dua gol dan mencetak 15 gol ke gawang lawan.

Real Madrid pun kini kembali bersaing untuk gelar juara La Liga. Meskipun berada di posisi ke-6 klasemen sementara La Liga dengan 20 poin, Madrid hanya tertinggal empat poin dari Barcelona yang ada di puncak klasemen.

 

2 dari 2 halaman

Lebih Baik Bersama Solari

Luka Modric tidak menampik jika bergabungnya Santiago Solari membawa dampak positif bagi Real Madrid. Hasilnya pun terlihat dari apa yang sudah diraih oleh Madrid. Tapi, Modric yakin jika timnya masih bisa lebih baik lagi ke depannya.

"Kami sudah melakukannya dengan lebih baik, saya pikir tim ini dalam kondisi baik-baik saja. Pelan-pelan kami pasti akan lebih baik lagi," buka Modric seperti dikutip dari Marca.

"Saya juga merasa lebih baik, mental yang saya bawa di Piala Dunia harus dibayar dan penting bagi saya untuk istirahat selama pramusim. Saya bermain sebulan setelah Piala Dunia dan saya butuh pramusim," sambung mantan pemain Tottenham.

"Sekarang kondisinya sudah lebih baik. Kaki dan kepala saya menjadi lebih baik," tegas Modric.

Luka Modric tidak menyangkap jika dia sempat tampil buruk di awal musim bersama dengan Real Madrid. Hal tersebut tidak lepas dari apa yang sudah dia lakukan di Piala Dunia 2018 bersama Kroasia. Tenaga Modric sudah terkuras.

"Setelah Piala Dunia, menjadi logis bahwa secara mental Anda tidak bisa bermain dengan ritme yang sama. Semua berjalan sempurna di Piala Dunia, kami berada di level yang hebat dan akan sangat sulit mencapai level yang sama," tutup Modric.

Sumber: Bola.net