Cerita 3 Aturan Unik ala Pelatih Stapac Jakarta untuk Pemain di IBL 2018-2019

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 12 Jan 2019, 17:20 WIB
Pelatih Stapac Jakarta, Giedrius Zibenas (kiri) dan sang pemain, Kaleb Kaleb Ramot Gemilang. (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Bola.com, Solo - Beberapa perubahan terjadi di Stapac Jakarta sejak kursi pelatih ditempati Giedrius Zibenas. Pelatih asal Lithuania tersebut menerapkan beberapa aturan baru untuk para pemainnya. 

Aturan-aturan ala Zibenas tersebut diungkapkan pemain muda potensial milik Stapac, Kaleb Ramot Gemilang. Salah satu aturan barunya soal larangan memegang handphone atau telepon genggam selama makan bersama tim. 

Menurut Kaleb, aturan tersebut diterapkan demi tujuan khusus. 

Advertisement

"Pokoknya selama makan tidak boleh pegang handphone, supaya kami bisa ngobrol. Tapi, kalau di luar saat makan, kami tak ada batasan soal telepon handphone," kata Kaleb saat berbincang dengan wartawan di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (11/1/2019). 

Aturan lain yang diterapkan soal menu makanan. Kaleb mengatakan biasanya pemain akan mendapat jatah makan ekstra jika bermain pada sore atau malam. Menu makanan yang dulunya tak ada batasan, kini diganti dengan buah-buahan dan kacang. 

"Misalnya kami main pukul 18.00, kan ada jeda lama dari makan siang ke pertandingan. Biasanya ada ekstra food saat jam 4 sore. Dulu biasanya fast food, sekarang tidak boleh. Makanannya biasanya buah, salad atau kacang," urai Kaleb. 

"Jadi disiplinnya memang ketat. Kalau soal makanan bagi saya tidak efek apa-apa. Tapi, kalau main lebih enteng, kalau dulu kan perut rasanya full," imbuh pemain Stapac Jakarta yang memperkuat Indonesia di Asian Games 2018 tersebut. 

 

 

 

2 dari 2 halaman

Liga Basket Eropa

Pelatih Giedrius Zibenas juga meminta para pemainnya lebih sering menonton pertandingan-pertandingan basket liga Eropa. Alasannya supaya lebih kaya pengetahuan dari tim-tim papan atas dunia. 

"Pelatih kami dari Eropa. Jadi, beliau malah tidak menyarakan kami menonton NBA. Dia tidak terlalu suka NBA karena mainnya terlalu individual. Satu pemain bisa 40-50 poin. Dia inginnya kami bermain sebagai tim, tidak ada yang jadi bintang," ujar Kaleb. 

 "Kalau dia selalu nonton liga-liga Eropa itu. Kadang membagi video-video pertandingan bagus kepada kami. Kalau nonton video pertandingan kami sendiri itu pasti, serta pertandingan lawan, kemudian dianalisis," imbuh Kaleb. 

Stapac tampil apik pada seri keempat IBL 2018-2019 di Solo. Pada pertandingan pertama, Kamis (9/1/2019), mereka mengalahkan Pacific Caesar Surabaya. Adapun pada kedua, Stapac berhasil mengalahkan NSH Jakarta. 

Berita Terkait