Selebrasi Kontroversial Marinus Wanewar Picu Kegeraman Publik Kamboja

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 23 Feb 2019, 13:50 WIB
Penyerang Timnas Indonesia U-22, Marinus Wanewar, membuat ulah di Piala AFF 2019 setelah melakukan gestur jempol ke bawah seusai pertandingan melawan Kamboja U-22. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Phnom Penh - Penyerang Timnas Indonesia U-22, Marinus Wanewar, melakukan selebrasi kontroiversial di Piala AFF 2019 dengan mengacungkan jempol ke bawah setelah pertandingan melawan Kamboja, Jumat (22/2/2019). Aksi tidak terpuji yang dilakukan Marinus membuat suporter tuan rumah geram. 

Advertisement

Marinus Wanewar sejak awal pertandingan mendapatkan pengawalan ketat dari para pemain Timnas Kamboja U-22. Alhasil, Marinus kerap mendapatkan duel fisik di lini pertahanan.

Situasi itu Marinus kesal hingga diluapkan ketika mencetak gol kedua pada menit ke-83. Pemain berusia 21 tahun itu kemudian melakukan selebrasi dengan berjoget ke arah bench pemain Kamboja. 

Tak cukup sampai situ, Marinus kembali melakukan tindakan tidak sportif ketika wasit Steve Supresencia asal Filipina meniup peluit panjang. Sembari membuka baju, Marinus menolak berjabat tangan dengan pemain Kamboja dan memberikan gestur jempol ke bawah. 

Tindakan tidak sportif tersebut lantas mengundang kemarahan dari suporter Kamboja U-22. Kini, gambar seputar aksi Marinus beredar luas di dunia maya dan mengundang komentar yang sebagian besar mengutuk tindakan itu.

Beberapa reaksi kemarahan suporter Kamboja dituangkan di akun Facebook resmi Federasi Sepak Bola Kamboja. 

“Tolonglah hormati sesama bangsa. Segera panggil pemain ini dan untuk menjelaskan apa maksudnya melakukan seperti itu,” kata seorang suporter Kamboja bernama Kethly Kakada.

Sementara itu, seorang suporter bernama Sophea Houth Pa Emma menuntut Marinus meminta maaf pada masyarakat Kamboja. Menurut dia, apa yang dilakukan Marinus Wanewar sangat melukai perasaan publik tuan rumah.

 

2 dari 2 halaman

Tuntutan Minta Maaf

Padahal, Indonesia sejatinya memiliki hubungan yang erat dengan Kamboja. Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, dahulu merupakan sahabat dari Raja Kamboja Norodom Sihanouk

“Minta Federasi (Kamboja) untuk mengirim surat ke Federasi Indonesia agar pemain ini meminta maaf. Gestur seperti itu sangat melukai perasaan suporter dan masyarakat Kamboja, tidak bisa diterima,” tegas Sophea Houth, juga di laman Facebook Federasi Sepakbola Kamboja itu. 

Sementara itu, ketika dikonfirmasi seputar aksinya tersebut Marinus punya alasan khusus. Menurut dia, aksi itu dilakukan karena kesal dengan para pemain Kamboja yang selalu memancing emosinya.

“Itu saya lakukan supaya para pemain di bench Kamboja tenang saja. Pemain Kamboja mencoba memancing emosi saya tadi,” ujar Marinus.

Tindakan yang dilakukan Marinus ini berpeluang mendapatkan sanksi dari AFC atau AFF. Namun, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait gestur tidak terpuji yang dilakukan penyerang Timnas Indonesia U-22 itu.

Nikmati sajian liputan khusus Piala AFF U-22 2019 dari Kamboja di situs Bola.com dengan mengklik tautan ini.