Hindari Percaloan, Panitia Terapkan Aturan Ketat untuk Pembelian Tiket Final IBL 2018-2019

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 20 Mar 2019, 17:20 WIB
Suporter saat pertandingan Pelita Jaya melawan Satria Muda pada game kedua final IBL 2018 di Gor Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Sabtu (21/4/2018). Pelita Jaya menang 94-78 atas Satria Muda. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Panitia penyelenggara final Indonesia Basketball League 2018-2019 menerapkan aturan ketat terkait penjualan tiket on the spot. Demi meminimalisir praktik percaloan, pembeli tiket wajib menunjukkan kartu identitas.

Advertisement

Final IBL 2018-2019 mempertemukan Stapac Jakarta melawan Satria Muda Pertamina. Partai puncak yang menerapkan format best of three itu diprediksi akan menyedot banyak penonton.

Laga pertama akan digelar di Britama Arena, Jakarta pada Kamis (20/3/2019). Jumlah penjualan tiket sudah mencapai angka 80 persen dari jumlah keseluruhan. Jumlah itu merupakan penjualan yang dilakukan secara online.

Panitia penyelenggara masih menyisakan kuota 20 persen tiket final yang bisa dibeli secara on the spot. Penjualan tiket itu dilakukan di Britama Arena mulai Kamis (21/3/2019) pukul 13.00 WIB.

Vice President Satria Muda, Rony Gunawan, menyatakan, para calon pembeli wajib membawa kartu identitas untuk mendapatkan tiket final IBL 2018-2019. Nantinya, satu kartu identitas hanya bisa membeli satu tiket.

"Bagi para penonton yang ingin membeli tiket on the spot, harus membawa kartu identitas. Hal ini dilakukan untuk menghindari percaloan," kata Rony Gunawan.

"Satu kartu identitas hanya bisa membeli satu tiket. Untuk penonton di bawah 17 tahun, bisa menggunakan kartu pelajar," ujar Rony Gunawan.

Untuk tiket final pertama Indonesian Basketball League 2018-2019 dibagi ke dalam empat kategori. Harga dijual beragam mulai Rp 50 ribu untuk tribune, Rp 100 ribu untuk VIP 2, Rp 150 ribu untuk VIP 1, dan Rp 500 ribu untuk courtside.