Pelatih Arema Tak Menggali Informasi tentang Persebaya Lewat Ricky Kayame

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Apr 2019, 07:30 WIB
Ricky Kayame siap membuat Persebaya menyesal melepasnya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Surabaya - Arema sebenarnya punya keuntungan jelang final pertama Piala Presiden 2019 yang ditayangkan di Indosiar dari kandang Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (9/4/2019).

Tim berjulukan Singo Edan ini punya mantan pemain Persebaya musim lalu, yakni Ricky Kayame. Pemain 25 tahun asal Papua itu tentu punya informasi tentang kelebihan dan kekurangan bekas timnya.

Advertisement

Tetapi, pelatih Arema, Milomir Seslija, tidak memanfaatkan hal itu karena perihal analisis tentang lawan, dia sudah punya data sendiri. 

"Saya tidak menggunakan Ricky untuk menggali informasi tentang Persebaya. Arema dan Persebaya sudah sama-sama tahu seperti apa kekurangan dan kelebihan masing-masing. Justru dia sangat penting untuk hal lain, yakni fokus bermain melawan tim yang tidak memperpanjang kontraknya musim lalu. Justru itu akan membuatnya punya semangat lebih besar dalam pertandingan nanti untuk mengalahkan mantan timnya," kata Milo.

Kebetulan Ricky bermain luar biasa selama Piala Presiden 2019 bersama Arema. Padahal, dia jadi pemain paling akhir yang bergabung dengan Singo Edan. Hal itu berarti, dengan adaptasi yang minim, dia berhasil menyatu dengan Arema.

"Saya juga memberikan kebebasan kepada dia untuk bermain sesuai dengan karakternya," lanjutnya.

Hal itu yang membuat Ricky bisa mengeluarkan semua potensinya. Berbeda ketika saat masih memperkuat Persipura dan Persebaya. Ricky jarang dapat kesempatan bermain.

"Sebelum mendatangkan Ricky, saya sudah mendapatkan informasi dari mantan pelatih Persebaya (Angel Alfredo Vera) tentang kelebihan pemain ini. Sekarang dia berhasil membuktikannya di Arema," jelas pelatih asal Bosnia ini.

Di final pertama, Ricky kemungkinan besar mendapat kesempatan bermain di posisi sayap kiri. Dia diinstruksikan bermain seperti biasanya. Percaya diri melakukan tusukan dari sayap Arema.

Selain itu, Ricky diharapkan melanjutkan produktivitas golnya karena koleksinya hanya berselisih satu gol saja dari top scorer sementara Bruno Matos dan Manu Jalilov yang mengemas lima gol.