Final Piala Presiden: Diimbangi Arema, Persebaya Targetkan Menang di Malang

oleh Aditya Wany diperbarui 09 Apr 2019, 18:39 WIB
Penyerang Persebaya Surabaya, Manuchekhr Dzhalilov, terjatuh saat berebut dengan pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi, pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Surabaya - Persebaya meraih hasil kurang maksimal saat menjadi tuan rumah dalam leg pertama final Piala Presiden 2019. Tim Bajul Ijo ditahan imbang 2-2 (1-1) oleh Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa sore (9/4/2019).

Persebaya sempat dua kali unggul, masing-masing lewat Irfan Jaya (7') dan Damian Lizio (72', pen). Tetapi, Arema selalu berhasil menyamakan skor berkat gol Hendro Siswanto (33') dan Makan Konate (79').

Advertisement

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. Apalagi, tim asuhannya sebenarnya mampu mencetak gol cepat terlebih dulu. Peforma itu seharusnya bisa dipertahankan dengan baik.

"Saat memulai pertandingan, kami bermain bagus dengan mengancam dan mencetak gol. Tapi, ada penurunan tempo dan mereka berbalik menekan kami. Akhirnya, mereka menyamakan di babak kedua. Ada kesalahan pemain sehingga terbalas dan permainan berakhir imbang," ucapnya dalam jumpa pers setelah laga.

Koordinasi lini belakang lagi-lagi menjadi sorotan. Seperti kesalahan Miswar Saputra sempat melakukan kesalahan dengan memberikan umpan pada pemain Arema saat gawangnya kosong. Beruntung, hal itu tidak berbuah gol.

Demikian halnya dengan stoper Otavio Dutra yang beberapa kali luput dalam mengantisipasi serangan Arema. Dia juga kerap salah sumpan ketika telah berhasil mendapatkan bola dan mengirim ke tengah.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu tak ingin terpaku dengan hasil ini. Tanpa berpikir panjang, pelatih berusia 60 tahun itu langsung menargetkan kemenangan pada leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019).

"Hasil 2-2 ini tentu membuat kecewa Bonek. Apalagi, ini merupakan pertandingan final dua pertandingan (kandang-tandang) dan kami sudah bertindak sebagai tuan rumah. Tapi, saya sampaikan ini belum berakhir. Kami bisa balas di Malang," ujar Djanur.

Djanur berkaca pada hasil saat timnya berhasil menang 3-2 saat bertandang ke markas Madura United pada leg kedua semifinal (6/4/2019). Dia ingin pemainnya termotivasi dengan hasil itu sehingga bisa mencuri kemenangan di markas Arema.

"Di Madura saja kami bisa, kenapa di Malang tidak? Target kami harus menang di sana. Memang bukan pekerjaan gampang, tapi bukan tidak mungkin untuk Persebaya meraih gelar juara Piala Presiden 2019," kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Berita Terkait