Final Piala Presiden: Bermodal Hasil Imbang, Arema Masih 50 Persen Jadi Juara

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Apr 2019, 20:40 WIB
Gelandang Arema FC, Hendro Siswanto, merayakan gol ke gawang Persebaya Surabaya pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Surabaya - Hasil imbang 2-2 dalam leg pertama final Piala Presiden 2019 di kandang Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, membuat Arema lebih berpeluang untuk meraih gelar juara. Pasalnya, leg kedua akan digelar di markas sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019).

Modal dua gol juga membuat Arema lebih tenang. Hasil imbang di bawah dua gol sudah cukup membuat segenap elemen di tim Singo Edan melakukan selebrasi juara.

Advertisement

Pelatih Arema, Milomir Seslija, mengakui hal itu memang sebuah keuntungan. Namu,n tidak menjamin sepenuhnya Arema menjadi juara. Jika sampai menelan kekalahan, tentu Persebaya yang akan merayakan juara di Malang. 

"Kami dalam kondisi yang lebih baik setelah hasil imbang 2-2 di Surabaya. Tapi, bagi kami, peluang jadi juara masih 50 persen. Arema akan berusaha untuk menang di leg kedua nanti," jelas pelatih asal Bosnia itu.

Sebenarnya saat leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya sore tadi, Arema menargetkan kemenangan dengan tujuan membuat pekerjaan lebih ringan saat pertemua kedua. Namun, target itu belum bisa terealisasikan.

"Pemain sudah tampil bagus dan percaya diri. Tapi, karakter Arema yang sesungguhnya baru keluar setelah kami mencetak gol," lanjut mantan pelatih Madura United ini.

Milo mengakui sudah mengantisipasi permainan menyerang Persebaya. Dia bahkan melakukan pengamatan terhadap tim berjulukan Bajul Ijo itu sejak musim lalu.

"Saya sudah melihat kekuatan tim Persebaya sejak musim lalu. Waktu itu saya datang dengan membawa tim Madura United. Jadi, semua sudah diantisipasi," tegas pelatih 54 tahun ini.

Bek Arema FC, Hamka Hamzah, berebut bola atas dengan striker Persebaya Surabaya, Amido Balde, pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)
2 dari 2 halaman

Motivasi di Ruang Ganti

Dia memahami tidak mudah bermain di kandang Persebaya karena pemainnya juga mendapatkan tekanan dari 50 ribu Bonek. Tetapi, sebelum pertandingan, dia sudah berbicara dengan semua pemain agar tetap percaya diri dengan karakter bermain mereka.

"Saya sampaikan di ruang ganti. Jadikan teriakan suporter lawan sebagai tambahan semangat. Saya melihat pemain Arema sekarang tidak takut dengan apa pun dan siap menghadapi siapapun," sambungya.

Milo juga memuji timnya yang selalu bisa bangkit setelah kebobolan. Mereka sempat kebobolan lewat gol cepat Irfan Jaya. Namun, Hendro Siswanto bisa membalasnya dengan tembakan keras.

Pada babak kedua, Singo Edan kebobolan gol penalti Damian Lizio. Lagi-lagi Arema bisa membalas lewat tendangan bebas Makan Konate.

"Sekarang kami fokus pertemuan kedua di Malang. Nanti malam tim langsung kembali dan melakukan recovery," kata Milo.

Berita Terkait