Milomir Seslija Sebut Laga Kontra Persela Jadi Titik Balik Arema Menjuarai Piala Presiden 2019

oleh Iwan Setiawan diperbarui 13 Apr 2019, 00:45 WIB
Gelandang Persebaya, Damian Lizio, melepas tembakan ke gawang Arema, namun ditepis Kartika Aji dalam leg kedua final Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Malang (12/4/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Malang - Arema berhasil mencetak sejarah di Piala Presiden. Setelah jadi juara tahun 2017, pada Jumat malam (12/4/2019), tim berjulukan Singo Edan ini sukses kembali mumulangkan trofi itu setelah menekuk Persebaya Surabaya 2-0 dalam laga leg kedua final kedua di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Gol Ahmad Nur Hardianto dan Ricky Kayame yang jadi penentu kemenangan tersebut.

Advertisement

Dalam pertemuan pertama (9/4/2019), Arema bermain imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sehingga Arema unggul agregat 4-2 atas rivalnya itu.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, menegaskan tim asuhannya tampil apik di turnamen pramusim ini. Kuncinya, justru setelah menelan kekalahan di fase Grup  Eatas Persela Lamongan. Kekalahan itu nyaris membuat Arema tak lolos dari fase grup.

"Kunci juara kami ada setelah melawan Persela. Banyak kritikan kepada pemain waktu itu. Kami bisa bangkit untuk bermain luar biasa dan akhirnya jadi juara," jelas pelatih asal Bosnia itu.

Setelah kalah 0-1 dari Persela di penyisihan Grup E, Arema seakan menggila. Hanya final pertama di Surabaya yang berakhir imbang. Selebihnya, laga diakhiri dengan kemenangan meyakinkan.

"Saya memberikan kredit khusus kepada pemain yang bisa bangkit dan bermain heroik sampai partai final," sambungnya.

Sementara untuk kunci kemenangan di laga leg kedua final, Milo mengakui anak buahnya kembali tampil cerdik. Di tengah fisik yang terkuras, mereka tidak buang tenaga dengan tampil individual.

"Kami sengaja menunggu celah yang ada di tim Persebaya. Tapi, ini bukan skema main bertahan. Ketika pemain belakang mereka mulai naik, kami lakukan serangan. Itu berhasil," jelas mantan pelatih Madura United ini.

Sebenarnya di awal pertandingan Arema sempat menekan, tetapi Persebaya juga melakukan hal sama sehingga Milo menginstruksikan pemainnya untuk menunggu dan bermain sabar. Imbasnya, gol selalu lahir pada pengujung babak pertama lewat Hardianto dan akhir babak kedua oleh Rikcy Kayame.

"Persebaya saya akui tim bagus sehingga kami harus tetap menunggu celah yang terbuka. Sekarang, waktunya kami menikmati hasilnya," ucap Milo.