Menengok Wisma Persebaya, Saksi Sejarah yang Mulai Termakan Usia

oleh Aditya Wany diperbarui 08 Mei 2019, 19:30 WIB
Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam No. 1, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Bangunan tua yang beralamat di Jalan Karanggayam No. 1, Surabaya, itu sudah bukan tempat yang asing. Bagi sebagian warga Surabaya, bangunan dengan genting berwarna hijau itu memiliki nilai besar dan berserajarah. Tempat itu bernama Wisma Persebaya.

Jangan bingung bila ingin menemukan bangunan ini. Tempatnya hanya beberapa meter di belakang Stadion Gelora 10 November atau yang kerap disebut Stadion Tambaksari. Jadi, cukup masuk ke Jalan Karanggayam, tak lama sudah terlihat ada bangunan tua tersebut.

Advertisement

Dulu Wisma Persebaya menjadi tempat menginap sekaligus aktivitas harian bagi pemain Persebaya, semuanya, tanpa terkecuali. Namun, pemain skuat senior Persebaya kini sudah tak lagi menempati bangunan itu sejak 2017.

Tahun itu menandai momen Persebaya Surabaya diakui kembali sebagai anggota PSSI. Pada momen itu pula, PT Persebaya Indonesia diakuisisi oleh Azrul Ananda, yang kini menahbiskan diri sebagai Presiden Persebaya.

Sejak Azrul masuk Persebaya, pemain senior ditempatkan di apartemen. Pada musim 2017, skuat Bajul Ijo menempati Puri Darmo di kawasan Surabaya Barat. Sejak musim lalu, mereka pindah menempati Puncak Marina di kawasan Surabaya Selatan.

"Saya kurang tahu sejak tahun berapa bangunan ini didirikan. Tapi, tahun 1970-an, saya sudah menjadi pengurus IM (Indonesia Muda, klub internal Persebaya) dan ini sudah ada. Termasuk lapangan yang ada di belakang itu," kata Saleh Hanifah, Direktur Amatir Persebaya, kepada Bola.com, belum lama ini.

Wisma Persebaya tetap berusaha hidup dengan segala sendi aktivitas yang dijalaninya. Selama bertahun-tahun, aktivitas pembinaan pemain muda berlangsung di tempat ini. Sebab, di dalam area wisma ada lapangan sepak bola yang disebut Lapangan Persebaya.

Setiap hari Divisi Amatir Persebaya disibukkan dengan kompetisi internal yang diikuti 20 klub. Dari sinilah denyut kehidupan Wisma Persebaya tetap berlangsung dengan baik, meski tak ada lagi pemain senior.

"Kompetisi internal terus berjalan. Lapangan ini (Lapangan Persebaya) tidak pernah berhenti dipakai sejak berdiri sekitar 1970-an. Momen lapangan ini tidak dipakai hanya saat Ramadan, karena kompetisi internal juga istirahat," imbuh Saleh.

2 dari 2 halaman

Mulai Letih

Lapangan Persebaya saat digunakan untuk pertandingan EPA U-16. (Bola.com/Aditya Wany)

Lapangan Persebaya telah menjadi saksi sejarah lahir banyak pemain bintang yang saat ini melalang buana di berbagai klub Liga 1. Sebut saja Taufiq (Bali United) dan Andik Vermansah (Madura United). Sebelum itu masih banyak pemain hebat lainnya.

Persebaya sudah dikenal sebagai satu di antara klub yang menaruh minat serius dalam melakukan pembinaan pemain muda. Dan inilah cara mereka. Bahkan, kompetisi internal masih tetap berjalan, meski Persebaya sempat tidak diakui PSSI.

Jika dilihat sekilas, bangunan Wisma Persebaya sudah menunjukkan kelelahannya setelah berdiri selama bertahun-tahun. Pada beberapa titik, ada atap yang bocor sehingga air menggenangi ruangan saat hujan deras.

Tembok-tembok mulai kusam dan kehilangan warna aslinya. Di beberapa titik, masih ada foto-foto yang menghiasi dinding bangunan ini. Tak ketinggalan pula trofi juara. Dua benda itu menjadi bukti kuat tempat ini memiliki sejarah panjang.

Wisma Persebaya menjadi tempat orang-orang yang hidup bersama Persebaya. Selain pengurus klub internal, Bonek (pendukung Persebaya) juga kerap menjadikan tempat ini sebagai wadah berdiskusi. Sayang, sekarang sudah tak banyak dari mereka yang datang.

Di lantai dua, terdapat beberapa kamar tidur dan kamar mandi yang dulunya menjadi tempat istirahat pemain senior Persebaya. Saat ini tempat itu masih digunakan, tapi peruntukannya kepada pemain junior Persebaya.

Saat Bola.com mendatangi Wismar Persebaya selama satu pekan, kebetulan Elite Pro Academy U-16 digelar di Lapangan Persebaya, dengan tim Bajul Ijo sebagai tuan rumah. Praktis, bangunan dan sekaligus lapangan ini seakan menjadi milik Persebaya U-16.

"Tempat ini sudah diniatkan untuk pembinaan pemain muda Persebaya. Makanya, saat pemain senior sudah tidak menempatinya, kami arahkan sebagai mes pemain junior. Ada kejuaraan apa pun, kalau sedang TC, mereka menginap di sini, lapangan juga ada," imbuh Saleh.

Wisma Persebaya masih menjadi rujukan bagi semua pihak di klub, meski banyak pemain di skuat senior Persebaya saat ini kurang memahami sejarah bangunan ini. Tempat ini bakal tetap melahirkan banyak talenta, sesuai tugasnya selama ini.