Kena Denda Lagi, Manajer Persebaya Merasa Kecolongan

oleh Aditya Wany diperbarui 19 Jul 2019, 20:45 WIB
Candra Wahyudi, manajer Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Komdis PSSI telah mengumumkan hasil sidang yang dilakukan pada Selasa (16/7/2019). Sesuai hasil sidang itu, Persebaya menerima sanksi berupa denda sebesar Rp150 juta.

Denda itu diberikan akibat penyalaan kembang api atau smoke bomb saat Persebaya menjamu Persib Bandung pada laga pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 (5/7/2019).

Advertisement

Saat itu, suporter dari kedua kubu, bobotoh dan Bonek, menyalakan flare sebagai perayaan persaudaraan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Ini sudah kesekian kalinya Persebaya mendapat sanksi denda. Nominal yang begitu besar muncul akibat kejadian serupa terjadi. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, merasa pihaknya kecolongan sehingga harus membayar denda besar.

”Sebenarnya kami sudah terus berusaha meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan denda. Faktanya, di pertandingan melawan Persib terjadi hal-hal yang memungkinkan Komdis memberi denda," kata Candra, Jumat (19/7/2019).

"Kami berusaha, mulai H-1 pertandingan ada penjagaan. Kami juga sudah memaksimalkan proses screening pada Hari H. Kalau masih ada, berarti kami kecolongan," imbuh manajer berusia 42 tahun tersebut.

Insiden ini membuktikan kelompok pendukung Persebaya masih bisa membawa flare ke dalam stadion. Selama ini Bonek tidak kesulitan menyelundupkannya karena pada H-1 pertandingan, selalu melakukan pemasangan spanduk.

2 dari 2 halaman

Merugikan Klub

Bonek dan Viking atau Bobotoh membaur pada satu tribune di Stadion Gelora Bung Tomo, saat pertandingan Persebaya kontra Persib, Kamis (26/7/2018) malam. (Bola.com/Aditya Wany)

Padahal, panpel Persebaya juga kerap melakukan razia flare dan barang terlarang lainnya saat penonton masuk stadion. Candra ingin razia itu makin diperketat supaya Persebaya tak lagi menerima denda besar.

"Dari manajemen, kami meminta panpel untuk memperketat razia dan sebagainya, karena itu seharusnya tidak seperti itu. Buat teman-teman suporter, seharusnya menyadari bahwa itu merugikan klub," ucap Candra.

"Kami mengimbau kepada suporter dan saling mengingatkan, tidak perlu membawa flare dengan alasan apa pun. Nanti harus muncul langkah-langkah lebih tegas," ungkap manajer asli Bojonegoro tersebut.

Total, Persebaya mendapat denda Rp410 juta, dari berbagai pelanggaran. Penyalaan kembang api menjadi alasan yang paling banyak. Padahal, Bajul Ijo baru menjalani lima laga kandang di Liga 1 2019.