Kalteng Putra Mengakui Kualitas Serangan Madura United

oleh Aditya Wany diperbarui 01 Sep 2019, 23:50 WIB
Duel Wasyiat Hasbullah (Kalteng Putra) melawan striker Madura United, Greg Nwokolo, di Stadion Gelora Madura, Pamekasan (1/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Pamekasan - Kalteng Putra gagal memetik poin dalam lawatan ke markas Madura United. Mereka menyerah 1-2 dalam laga pekan ke-17 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Minggu malam (1/9/2019).

Tim berjulukan Laskar Isen Mulang itu unggul dulu lewat I Gede Sukadana pada menit ke-67. Madura United kemudian melakukan comeback berkat dua gol Slamet Nurcahyo (73' dan 76').

Advertisement

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira, menilai tim asuhannya sudah bermain maksimal. Namun, Madura United justru tampil menggila dengan meningkatkan intensitas serangan setelah kebobolan.

"Kami bermain baik dan menciptakan banyak peluang untuk menang. Kami cetak satu gol, tapi Madura bisa balas dua. Mereka menunjukkan kualitas dalam serangan," kata pelatih asal Brasil itu.

"Madura United menaikkan tempo setelah kami cetak gol. Mereka bermain agresif di depan. Saat mereka melakukan serangan, seharusnya kami bisa menahan Madura supaya tidak membalas gol," imbuh Gomes.

2 dari 2 halaman

Memilih Menunggu

Pemain Madura United, Syahrian Abimanyu, saat meladeni Kalteng Putra di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Minggu (1/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Selama pertandingan, Madura United banyak melakukan kesalahan, terutama saat mengumpan. Namun, Kalteng Putra tak mampu memanfaatkan kekurangan Madura United itu.

Tim Kalteng Putra memilih menunggu dan mengandalkan serangan balik. Gomes menganggap timnya memang tidak mudah mendapatkan poin dari markas Laskar Sape Kerrab itu.

"Kami tidak bisa berbuat lagi setelah Madura United bermain agresif. Memang tidak cukup usaha kami untuk dapat tiga poin. Kalteng Putra terus berjuang dan tampil baik, tapi kami tidak menang," tuturnya.