Reaksi Aremania perihal Julukan Suporter Big Match

oleh Iwan Setiawan diperbarui 16 Sep 2019, 19:45 WIB
Bendara Merah Putih saat dibentangkan di tribune Stadion Kanjuruhan jelang pertandingan Arema melawan Persebaya (15/8/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Performa Arema FC musim ini terbilang belum stabil. Tim Singo Edan dua kali menuai hasil imbang di kandang sendiri melawan PSIS Semarang dan Borneo FC.

Hal ini juga berimbas kepada jumlah Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Belakangan, muncul label suporter big match, karena stadion hanya terisi penuh saat Arema menjamu tim rival, seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

Advertisement

Pentolan Aremania, Sukarno, yang akrab disapa Cak No, memberikan pandangannya terkait sebutan itu. Menurut dia, ada banyak faktor yang membuat Stadion Kanjuruhan hanya terisi penuh dalam laga big match. Selebihnya, jumlah penonton ada di bawah kisaran 10 ribu.

“Saya tidak tahu kalau di media sosial ada sebutan suporter big match untuk Aremania. Kalau saya melihat, ada banyak faktor yang mempengaruhi. Seperti prestasi tim, materi pemain, ada siaran langsung hingga distribusi tiket,” kata pria yang dikenal sebagai penabuh drum Aremania ini.

Khusus musim ini, dia menilai beberapa faktor itu masih berlaku. Tapi suporter tim besar lain juga mengalami hal yang sama.

“Jadi ada beberapa cara untuk membuat Aremania tertarik datang. Pertama, suporter harus dapat sosialisasi dan didekatkan dengan manajemen dan tim Arema FC,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Tergantung Performa Tim

Cak No, pentolan Aremania bicara tentang julukan suporter big match. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Selain itu, performa tim diharapkan bisa lebih garang, terutama saat main di kandang sendiri. Sebenarnya, ada ketidakpuasan dari komposisi pemain yang ada saat ini, karena tidak banyak sosok pemain idola yang buat supporter terpanggil datang memberi dukungan langsung.

“Biasanya pemain idola itu ada di posisi goal getter. Terakhir, Cristian Gonzales yang bisa menghibur Aremania. Sekarang harus cari striker yang haus gol,” sambungnya.

Ini sekaligus menyindir performa dari striker yang ada, Sylvano Comvalius. Cak No mengakui jika penyerang asal Belanda ini bermain luar biasa untuk Bali United musim 2017. Dia menjadi top scorer dengan 37 gol.

“Kalau di Bali United dia banyak dapat dukungan dari Marco Flores, Stefano Lilipaly dan yang lainnya. Tapi di Arema FC dia tidak bisa seperti itu lagi. Mungkin Arema bisa mencari striker yang cocok dengan pemain yang ada saat ini,” tandasnya. 

Berita Terkait