Peluang Persis ke Babak 8 Besar Liga 2 Kian Menipis

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 18 Sep 2019, 20:55 WIB
Pergerakan bek Persis, Wirabuana Prayogo (merah), saat dikepung dua pemain Madura FC dalam laga di Stadion Wilis, Madiun, Rabu (18/9/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaj

Bola.com, Madiun - Persis Solo kembali membuang kesempatan meraih poin penuh di kandang sendiri saat menjamu Madura FC dalam laga lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Willis, Madiun, Rabu (18/9/2019). Persis dan Madura FC berbagi angka 0-0.

Persis Solo sebenarnya dituntut menang dalam laga ini agar peluang menembus babak 8 besar dalam genggaman. Alih-alih menang, tim berjulukan Laskar Sambernyawa hanya meraih hasil imbang.

Advertisement

Beberapa peluang emas yang didapat pemain Persis selalu gagal di lini belakang Madura FC. Satu di antaranya bola sundulan Ugik Sugiyanto yang hanya menghantam mistar gawang.

Raihan Persis kali ini merupakan hasil negatif ketiga di kandang sendiri pada putaran kedua Grup Timur. Iman Budi Hernandi cs. juga belum pernah satu kali pun meraih kemenangan di putaran kedua.

Persis mengoleksi 21 poin dan untuk sementara menggeser PSIM Yogyakarta di posisi ketiga. Akan tetapi, peringkat mereka masih rawan dikejar tim-tim yang ikut bersaing memperebutkan posisi empat besar, seperti Martapura FC dan PSBS Biak, yang hanya berselisih tiga poin.

Pelatih Persis, Choirul Huda, meminta maaf kepada kalangan pendukung atas kembali gagalnya meraih poin penuh di kandang sendiri. Pelatih asal Malang, Jawa Timur, ini menyebut Persis Solo kurang siap dibandingkan kontestan lainnya di Grup Timur dalam memperbaiki skuatnya saat bursa transfer paruh musim.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk suporter Persis dan masyarakat Solo. Harapan pasti ingin menang, tapi semua sudah berjuang. Di babak pertama, apa yang menjadi rencana tidak berjalan. Babak kedua lebih berkembang, namun sekali lagi masih belum maksimal," ujar Choirul Huda.

2 dari 2 halaman

Kesulitan Mendatangkan Pemain

Sangat disayangkan jika akhirnya Persis Solo gagal melaju ke babak 8 besar mengingat tim kebanggaan Pasoepati dan Surakartans ini mampu menjadi juara paruh pertama Grup Timur.

"Situasinya berbeda, karena ada pemain yang cedera, tidak seperti saat paruh pertama. Kami juga sudah memanfaatkan bursa transfer pemain. Tapi, kami kesulitan mencari pemain yang sesuai keinginan," beber Choirul.

"Bagaimana caranya lima laga tersisa harus bekerja keras. Saya harap semua pihak tidak perlu saling menyalahkan. Nasib lolos dan tidaknya ke babak 8 besar ditentukan oleh tim ini sendiri," kata mantan asisten pelatih Perseru Serui tersebut.