4 Pelajaran Menarik Usai Arsenal Vs Standard Liege di Panggung Liga Europa

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 04 Okt 2019, 18:50 WIB
Penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli (tengah) mengontrol bola dari kawalan Standard Liege, Dimitri Lavalee, kanan) pada lanjutan pertandingan grup F Liga Europa di Stadion Emirates, London (3/10/2019). Arsenal menang telak 4-0 atas Standard Liege. (AP Photo/Matt Dunham)

Bola.com, Jakarta - Arsenal menundukkan Standard Liege dengan skor 4-0, di Stadion Emirates, Jumat (4/10/2019) dini hari WIB. Pada Matchday 2 Liga Europa 2019-2020 tersebut, deretan anak muda Arsenal mampu menjadi bintang.

Pada menit ke-13, Arsenal membuka keunggulan melalui gol sundulan Gabriel Martinelli, setelah memanfaatkan umpan dari Kieran Tierney. Tiga menit berselang, Martinelli kembali mencatatkan namanya di papan skor susai menendang bola ke sisi kiri gawang Vanja Milinkovic Savic.

Advertisement

Arsenal menambah keunggulan pada menit ke-22. Joe Willock menjadi perobek jala tim tamu setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti Standard Liege. Keunggulan tiga gol Arsenal bertahan hingga jeda laga.

Pada babak kedua, Arsenal terus menekan Standard Liege. Pada menit ke-57, Arsenal menambah margin skor melalui sontekan Dani Ceballos, setelah meneruskan operan Martinelli. Gol tersebut mengunci kemenangan empat gol tanpa balas Arsenal atas Standard Liege.

Berikut ini beberapa pelajaran menarik berkaca dari penampilan Arsenal yang memesona dini hari tadi WIB;

 

2 dari 5 halaman

1. Lapis kedua yang gemilang

Gelandang Arsenal, Dani Ceballos, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Standart Liege pada laga Liga Europa di Stadion Emirates, London, Kamis (3/10). Arsenal menang 4-0 atas Liege. (AFP/Glyn Kirk)

Selama beberapa musim, Arsenal selalu memiliki masalah pada kedalaman skuat. Manajer Arsenal dulu, Arsene Wenger, seperti tidak memiliki plan B dalam meramu skuat ketika ingin merotasi pemain. The Gunner sangat mengandalkan skuat utama pada jaman dahulu.

Di bawah kendali Unai Emery, Arsenal sudah memiliki skuat cadangan yang bagus. Para pemain seperti Martinelli dan Joe Willock tampil menawan, seperti yang tersaji tadi malam.

Martinelli tampil apik dengan mencetak dua gol dan satu assist. Sementara itu, Joe Willock, yang berposisi sebagai gelandang serang, mencetak satu gol gol.

 

3 dari 5 halaman

2. Kontribusi Kieran Tierney

4. Kieran Tierney (Celtic) - Pemuda berusia 19 tahun ini merupakan bek andalan Brendan Rodgers meraih dua gelar juara. Di usia yang masih muda dia sudah mampu menembus skuad Timnas Skotlandia. (EPA/Abir Sultan)

Penampilan Kieran Tierney mendapatkan banyak pujian dari Gooners. Bek kiri tersebut menunjukkan kemampuan sebagai calon penghuni tetap lini belakang Arsenal.

Selain itu, ia juga mengirim sinyal bakal bersaing ketat dengan Andrew Robertson dalam merebut satu slot di skuat utama timnas Skotlandia. Tierney harus menunggu debutnya karena dibekap cedera pada awal musim.

Eks bek Celtic tersebut lincah dalam menggiring bola, dapat memberikan umpan akurat ke lini depan dan sigap dalam bertahan. Jika konsisten, Tierney akan regular dalam mengisi pos bek kiri Arsenal.

 

4 dari 5 halaman

3. Joe Willock

Pemain Arsenal Joe Willock(tengah) menendang bola saat menghadapi Eintracht Frankfurt pada laga Grup F Liga Europa di Commerzbank Arena, Frankfurt, Jerman, Kamis (19/9/2019). The Gunners menang telak 3-0 berkat gol Willock, Saka dan Aubameyang. (AP Photo/Michael Probst)

Musim panas ini, Arsenal kehilangan satu di antara gelandang terbaiknya, yaitu Aaron Ramsey. Pemain Wales tersebut pergi secara gratis ke kampiun Serie A, Juventus.

Para penggemar Arsenal tidak perlu khawatir dengan kepergian Ramsey, karena sudah muncul idola baru; Joe Willock. Gelandang muda Inggris tersebut memiliki kemampuan memotong serangan lawa, dan punya gaya mengirimkan umpan dengan akurat.

Sepanjang musim ini, Willock telah mencetak tiga gol bagi Arsenal. Raihan golnya dapat bertambah andai Emery terus memberikan banyak kesempatan bagi pemain berusia 20 tahun tersebut.

 

5 dari 5 halaman

4. Unai Emery spesialis Liga Europa

Mesut Ozil bersama Unai Emery. (AFP/Glyn Kirk)

Unai Emery identik dengan trofi Liga Europa. Ia sudah meraih tiga trofi bersama Sevilla. Pada musim lalu, Emery hampir menghantarkan Arsenal sebagai juara Liga Europa, andai saja tak kalah dari Chelsea dengan skor 1-4.

Berlatar dari tradisi Unai Emery, Arsenal memiliki kans besar mendapatkan gelar Liga Europa untuk kali pertama. Berbekal pengalaman, eks pelatih PSG tersebut bisa memberi gelar eropa ke Stadion Emirates. (Bola.com/Tegar Juel)

Sumber: Squawka, UEFA

Berita Terkait