Main di Markas TNI, Tim Putri Arema Berhasil Taklukkan Rival

oleh Iwan Setiawan diperbarui 07 Okt 2019, 19:15 WIB
Gelandang tim putri Arema, Risky Rahmadani, diadang pemain Persebaya dalam laga Liga 1 Putri 2019 di Arhanud, Karangploso, Kabupaten Malang (7/10/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan).

Bola.com, Malang - Ada yang beda dari penyelenggaraan Liga 1 Putri 2019 di Grup B. Satu pertandingan mendadak harus dipindah ke lapangan Kompleks TNI, yakni Arhanud, Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (7/10/2019). Laga itu mempertandingkan tim putri Arema melawan Persebaya Surabaya.

Venue pertandingan mengalami pemindahan lantaran jika digelar di Stadion Brantas, Kota Batu, seperti laga lainnya, pihak keamanan khawatir ada suporter garis keras di Malang yang melakukan intimidasi.

Advertisement

Seperti diketahui, pertemuan Arema dengan Persebaya di tim putra kerap diwarnai insiden suporter.

"Panpel mengambil keputusan, khusus venue pertandingan ini, dipindahkan. Arema selalu siap main di mana saja," kata Fuad Ardiansyah, manajer tim putri Arema.

Laga ini semula steril dari suporter. Tetapi, menjelang babak kedua, mulai ada suporter yang masuk ke pinggir lapangan. Namun, tidak ada insiden yang terjadi karena lapangan tersebut berada di dalam Kompleks TNI.

Dari jalannya pertandingan, Arema tampil dominan, meski sehari sebelumnya baru berlaga melawan Persipura. Perbedaan kualitas dan kekompakan tim yang membuat Singo Edan akhirnya menang dengan skor 2-0. Dua gol itu dicetak Anisya Widyawati menit 1ke-5 dan penalti Jasmine Sefia menit ke-81.

 

2 dari 2 halaman

Persebaya Tanpa Peluang

Arema sebenarnya bisa menang dengan skor lebih besar karena ada empat peluang yang menerpa mistar gawang. Satu di antaranya tendangan penalti Sheva Imut di awal babak kedua. Sedangkan Persebaya nyaris tanpa peluang. Mereka lebih banyak membuang bola ke depan, tanpa memainkannya lebih dulu.

"Kami bersyukur bisa memenangi pertandingan ini. Pemain sudah berjuang lebih keras setelah kalah di pertandingan pertama melawan Persipura. Tapi, masalah finishing masih tetap akan diperbaiki. Sementara di lini belakang dan tengah sudah bagus," kata Alief Syafrizal, pelatih tim putri Arema.

Di kubu Persebaya, kekalahan dua gol ini sudah dianggap bagus karena mereka berangkat hanya dengan persiapan dua hari. Itu pun sudah termasuk seleksi yang dilakukan dalam satu hari saja.

"Kalah 0-2 ini sudah hasil bagus. Dua gol Arema juga bukan dari skema permainan. Kami datang dengan persiapan minim. Di pertandingan tadi kami fokus kebersamaan tim. Butuh 1-2 bulan ke depan untuk membuat tim bermain dengan taktik," jelas Ridwan Anwar, pelatih tim putri Persebaya.

Berita Terkait