Rapor Timnas Indonesia U-22 Saat Mengimbangi Arab Saudi  

oleh Iwan Setiawan diperbarui 16 Okt 2019, 05:15 WIB
Berikut rapor pemain Timnas Indonesia U-22 saat meraih poin satu-satunya di CFA International Football Tournament dengan mengimbangi Arab Saudi (15/10/2019). (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Malang - Timnas Indonesia U-22 meraih satu poin di laga terakhir CFA International Football Tournament 2019. Andy Setyo dkk, berhasil menahan tim tangguh, Arab Saudi, dengan skor 1-1 di Stadion Wuhan Sport Center, China, Sealas (15/10/2019).  

Pada dua laga sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 takluk dari China 0-2 dan Yordania 0-1 sehingga hasil imbang ini mendapat apresiasi tersendiri. Meski dari permainan Indonesia lebih banyak ditekan, mereka berhasil menahan Arab Saudi yang unggul dari segi kualitas dan kekompakan bermain.

Advertisement

Di awal pertandingan, Indonesia sudah tertinggal lewat tandukan pemain Arab Saudi, An Alsaluli di menit ke-10. Tetapi, mereka langsung membalas empat menit berselang lewat tandukan Irkham Mila.

Proses kedua gol itu sama. Bermula dari tendangan bebas dan disambut tandukan kepala. Namun, Irkham bisa dibilang lebih cerdik dan beruntung karena secara postur dia kalah dari pemain belakang Arab Saudi. Namun, dia bisa menyelinap di dalam kotak penalti dan menyelesaikan umpan tendangan bebas Syahrian Abimanyu.

Pada babak kedua, Indonesia makin ditekan. Bahkan semua pemain harus turun ke daerah sendiri. Beruntung, pemain belakang Tim Garuda Muda masih sanggup menahan serangan beruntun Arab Saudi.

Sayangnya, justru saat dapat bola dan melakukan transisi menyerang, Egy Maulana Vikri dkk. sering gagal sehingga masih ada pekerjaan rumah yang harus diperbaiki menjelang SEA Games 2019.

Mantan pelatih Persiwa Wamena, Djoko Susilo, memberikan penilaian yang lumayan bagus untuk hasil imbang melawan Arab Saudi ini. Pelatih asal Malang yang kini menangani PSCS Cilacap itu ikut senang Indonesia U-22 bisa menahan tim setangguh Arab Saudi.

Dia melihat sektor pertahanan Indonesia paling menonjol. Semangat juang pemain terlihat jelas. Tinggal kerja sama ketika transisi menyerang yang perlu diperbaiki sehingga kecepatan pemain bisa digunakan secara maksimal.

Berikut penilaian rapor pemain Timnas Indonesia U-22 menurut Djoko Susilo:

2 dari 5 halaman

Belakang

Pemain Timnas Indonesia U-22, Andy Setyo, mengontrol bola saat latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

M. Riyandi

Kiper klub Barito Putera ini sempat tampil meragukan karena di menit ke-10, dia sudah kebobolan. Tetapi, setelah itu, Riyandi tampil bagus. Dia juga punya reflek bagus mengantisipasi bola tembakan lawan. Tak jarang dia sedikit maju untuk menutup ruang tembak pemain Arab Saudi.

Nilai: 7

Asnawi Mangkualam

Di pertandingan ketiga, Asnawi masih bisa bermain dengan fisik prima. Ini jadi nilai lebihnya. Dia pontang-panting mengawal sektor kanan yang banyak ditekan pemain Arab Saudi. Meski mengantongi kartu kuning, bek asal PSM Makassar ini patut diacungi jempol.

Nilai 7,5

Dodi Alexvan

Debutan dari klub Liga 2, Persik Kediri, ini juga mencuri perhatian. Dia jarang melakukan kesalahan. Meski baru pertama ke Timnas Indonesia U-22, dia bisa bermain dengan tenang. Beberapa kali dia memenangi duel.

Nilai 7,5

Andy Setyo

Dia sempat jadi sorotan atas gol cepat Arab Saudi lewat tandukan Awn Alsaluli karena Andy salah posisi saat duel udara. Bek Tira Persikabo ini tidak sempat melakukan ancang-ancang sempurna untuk berduel.

Padahal, dia jadi pemain utama yang diharapkan bisa menghalau bola atas dengan kelebihan postur idealnya.

Nilai 6,5

Firza Andika

Dia jarang membantu serangan demi mengamankan sektor kiri pertahanan. Sama seperti pemain belakang lainnya, Firza dapat pujian lantaran bisa meladeni skill Arab Saudi yang setingkat lebih baik.

Nilai: 7

3 dari 5 halaman

Tengah

Pemain Timnas Indonesia U-19, Rachmat Irianto, mengontrol bola saat latihan di Lapangan ABC Senayan, Senin (19/2/2018). Pemusatan ini akan berlangsung selama satu pekan, yakni 18-25 Februari. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sani Fauzi

Dia diharapkan jadi gelandang kreatif yang bisa mengalirkan bola ke depan. Tetapi, di pertandingan ini, peran Sani kurang maksimal. Kreativitasnya kurang muncul saat menghadapi pressing ketat pemain Arab Saudi.

Nilai: 6

Rachmat Irianto

Sebagai gelandang jangkar, dia sudah oke. Keputusan ditarik keluar mungkin karena sudah mengantongi kartu kuning dan rawan melakukan pelanggaran lagi.

Nilai 6,5

Syahrian Abimanyu

Biasanya, dia jadi gelandang paling visioner di timnas U-22. Tapi kali ini Syahrian kurang terlihat. Bisa jadi dia kelelahan dengan jadwal tiga pertandingan dalam waktu yang singkat. Namun, pemain asal Madura United ini masih bisa membuat assist untuk gol tunggal Indonesia yang dicetak Irkham Mila.

Nilai 6,5

4 dari 5 halaman

Depan

Gelandang Indonesia, Egy Maulana Vikri, saat melawan Yordania pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018). Indonesia menang 3-2 atas Yordania. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Egy Maulana

Peran Egy di lini depan juga tak terlihat. Skill dan kecepatannya bisa diredam pemain belakang Arab Saudi. Pemain kidal ini juga terlihat egois saat menguasai bola dalam laga ini.

Nilai: 6

Irkham Mila

Pencetak gol pertama dan satu-satunya Indonesia di turnamen ini. Meski posturnya mungil, dia bisa menjebol gawang lawan lewat tandukan. Irkham bisa lebih bahaya jika banyak umpan daerah yang diberikan.

Nilai: 7

M. Rafli

Sebagai striker utama, Rafli belum memenuhi ekspektasi karena belum mencetak gol. Di sisi lain, dia juga tak mendapat suplai bola yang bagus dari lini tengah.

Nilai: 6

5 dari 5 halaman

Cadangan

Pemain Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, memperhatikan arah bola saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (29/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Hambali Tholib

Dia masuk di babak kedua untuk membuat lini tengah lebih hidup. Beberapa kali menguasai bola, sayang harus terjatuh tanpa mendapatkan pelanggaran.

Nilai: 6

Witan Sulaiman

Jika transisi menyerang Indonesia lebih hidup, Witan bisa main lebih maksimal. Sayang, saat dapat kesempatan, dia justru tidak menemukan pemain lain yang memberikan dukungan di depan.

Nilai: 6,5

Luthfi Kamal

Dia jadi gelandang kedua yang dimasukkan untuk menghidupkan lini tengah. Tapi, Timnas Indonesia U-22 tetap tertekan.

Nilai 6

Natanael Ringgo

Di pengujung pertandingan, Natanael sempat dapat kesempatan emas ketika lepas dari kawalan pemain belakang lawan. Sayang, dia masih membawa bola itu ketimbang melakukan tembakan langsung.

Nilai: 6