Gelandang Liverpool Merasa VAR Bikin Atmosfer Sepak Bola Rusak

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 29 Okt 2019, 22:30 WIB
Wasit Jerman, Deniz Aytekin, mengecek layar VAR (Video Assistant Referee) pada laga persahabatan antara Inggris versus Italia di London, 27 Maret 2018. (AFP/Ian Kington)

Bola.com, Jakarta - James Milner mengklaim penggunaan VAR merusak atmosfer pertandingan sepak bola. Bagi gelandang Liverpool itu, sepak bola memang permainan yang penuh dengan human error.

Meski baru digunakan dalam beberapa tahun belakangan, ide penggunaan VAR telah lama dicanangkan. Awalnya, teknologi dalam sepak bola hanya berfokus pada keputusan gol atau tidak, namun pada akhirnya teknologi yang diterapkan lebih kompleks.

Advertisement

Beberapa perusahaan teknologi menawarkan sejumlah fitur, hingga akhirnya Hawk Eye menjadi yang terpopuler. Premier League secara eksklusif mengutusnya sebagai vendor teknologi VAR.

Milner memuji kehebatan VAR. Akan tetapi, ia menyayangkan terlalu banyaknya debat perihal teknologi tersebut dari para praktisi sepak bola.

"Teknologi garis gawang sangat bagus. Keputusan instan. Hitam dan putih. Akan tetapi, sulit untuk menggunakan VAR saat masih banyak perdebatan pada suatu keputusan," kata Milner kepada The Guardian.

"Pada akhirnya, atmosfer sepak bola menjadi rusak."

"Ini hanya opini saya saja, tapi masih terlalu banyak perdebatan. Misalnya, ada gol, stadion meledak dengan segala riuh suporternya, tiba-tiba VAR mengambil alih. Lalu, Anda menunggu, saling bertatapan, gol atau tidak?"

 

2 dari 2 halaman

Milner: Sepak Bola adalah Permainan yang Tak Lepas dari Kesalahan Manusia

Gelandang Liverpool, James Milner, melakukan eksekusi penalti saat melawan Leicester pada laga Premier League di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (5/10). Liverpool menang 2-1 atas Leicester. (AFP/Paul Ellis)

VAR di Premier League baru diterapkan musim ini. Akan tetapi, belum ada setengah musim kompetisi, sudah banyak kritikan tajam.

Penggunaan VAR dinilai tidak berjalan efektif atau tidak dimanfaatkan sebagaimana seharusnya. Wasit memilih untuk menunggu keputusan VAR ketimbang melihat langsung ke tayangan ulang di layar di pinggir lapangan seperti wasit Serie A Italia.

Selain itu, tempo dan atmosfer sebuah pertandingan bisa terganggu akibat VAR menginterupsi keputusan wasit. Buat Milner, itu bukan hal yang bagus.

Milner mengambil contoh kasus yang melibatkan dirinya saat Liverpool bersua Leicester City. Saat ia hendak mengambil penalti, ia harus menundanya selama beberapa menit karena VAR kembali melakukan kroscek atas apa yang diputuskan wasit.

"Ini pengalaman baru buat kita semua. Keputusan wasit diperdebatkan apakah penalti atau tidak," ujarnya.

"Saya pikir memang itu gunanya. Tapi, sepak bola padat akan human error, baik itu dari pemain maupun tim wasit. Menjadi pemain atau wasit bukan pekerjaan yang mudah."

"Seharusnya VAR juga mengeliminasi kontroversi, saya akan dukung 100 persen kalau begitu. Kenyataannya, kita semua masih berdiskusi soal VAR. Kembali lagi, ini opini saya, pesepak bola lain mungkin beda pemikiran," pungkas Milner.

Sumber: The Guardian, Independent

Berita Terkait