Respons Madura United terhadap Pemanggilan Beto Goncalves ke Timnas Indonesia U-22

oleh Aditya Wany diperbarui 31 Okt 2019, 12:30 WIB
Striker Indonesia, Beto Goncalves, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Chinese Taipei pada laga Grup A Asian Games di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (12/8/2018). Indonesia menang 4-0 atas Chinese Taipei. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bangkalan - Manajer Madura United, Haruna Soemitro, merasa keberatan dengan pemanggilan Beto Goncalves oleh Timnas Indonesia U-22. Menurutnya, Madura United membutuhkan tenaga Beto untuk berjuang pada Shopee Liga 1 2019.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, sangat menginginkan kehadiran Alberto Goncalves di timnya. Striker berusia 38 tahun itu diproyeksikan masuk slot pemain senior di SEA Games 2019 Manila.

Advertisement

Beto seharusnya sudah bergabung di pemusatan latihan pada 25-27 Oktober. Namun, dia harus absen karena mengalami cedera setelah membela Madura United melawan PSM Makassar.

“Memanggil pemain untuk TC, apalagi pemain menjadi bagian inti di tim yang sedang on fire di kompetisi, adalah tidak tepat. Pelatih mana pun di dunia ini pasti memilih pemain dengan kebugaran yang bagus, dan itu hanya didapat dalam kompetisi bukan TC,” kata Haruna.

Pemanggilan Beto Goncalves dinilai akan melahirkan masalah. Sebab, Madura United berupaya mengejar Bali United dalam persaingan gelar Liga 1 2019. Bali United yang berada di puncak justru tidak mendapat panggilan pemain di Timnas Indonesia U-22.

Saat ini, Madura United berada di peringkat kedua dengan 44 poin. Bali United di atasnya mengoleksi 54 poin. Meski berjarak 10 poin, Laskar Sape Kerap masih berpotensi menyalip Serdadu Triadatu di klasemen.

2 dari 2 halaman

Beto Pemain Andalan

Striker Madura United, Alberto 'Beto' Goncalves, memilih mengenakan jersey bernomor punggung 90 di Shopee Liga 1 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Jika Beto Goncalves harus absen, tentu kekuatan Madura United akan berkurang. Maklum, striker berdarah Brasil itu mesin gol andalan tim asal Pulau Garam itu. Hal itu bakal merugikan klub pemilik yang sangat membutuhkan jasanya.

“Madura United tentu sangat mendukung siapa pun yang dipanggil untuk kepentingan timnas. Apa susahnya melihat performa pemain saat bermain di kompetisi bersama klub, bukan untuk TC jangka panjang. Beto dipanggil hanya untuk dilihat, padahal di klub peran Beto bisa dilihat,” imbuh Haruna.

Kebijakan Indra Sjafri memanggil pemain untuk Timnas Indonesia U-22 memang melahirkan banyak keluhan di klub kontestan Liga 1 2019. Sebab, para pemain mereka terpaksa absen berlaga untuk klub karena Timnas Indonesia U-22 mengagendakan TC hingga digelarnya SEA Games pada akhir November nanti.

Setidaknya, klub kontestan Liga 1 2019 harus kehilangan para pemain mudanya yang masuk kategori di bawah usia 22 tahun karena menjalani TC panjang sejak awal Oktober.