Laga Manchester United Vs Chelsea Tinggalkan Tiga Catatan Penting

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 31 Okt 2019, 19:30 WIB
Striker Manchester United, Marcus Rashford (kedua kiri) merayakan golnya ke gawang Chelsea dalam babak keempat Carabao Cup di Stamford Bridge, Rabu (30/10/2019). Dua gol Marcus Rashford berujung pada kemenangan 2-1 MU atas Chelsea. (AP/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta Manchester United meraih kemenangan atas Chelsea pada ajang Piala Liga, Kamis (31/10/2019). Laga itu meninggalkan tiga catatan penting.

Scott McTominay dan kawan-kawan sukses melaju ke perempat final usai mengalahkan Chelsea 2-1. Mereka akan bertemu Colchester pada 17 Desember mendatang.

Advertisement

Dua gol Setan Merah dicetak Marcus Rashford. Gol pertama terjadi pada menit ke-25 melalui titik putih. Sementara gol kedua lahir pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-73, melalui tendangan bebas yang cantik.

Chelsea hanya bisa mencetak satu gol pada laga itu. Tendangan Michy Batshuayi berhasil merobek gawang kiper kedua Manchester United, Sergio Romero, pada menit ke-61.

Buat United, kemenangan ini meneruskan tren positif mereka dalam beberapa pekan belakangan. Kini, mereka berhasil meraih tiga kemenangan dari empat laga terakhir.

Selain meninggalkan kenangan manis di Stamford Bridge, Manchester United juga meninggalkan tiga catatan penting usai laga kontra Chelsea. Berikut ulasannya.

 

2 dari 4 halaman

Dapat Penalti Lagi

Anthony Martial dan Marcus Rashford. (AFP/Oli Scarff)

Menyaksikan laga Manchester United tanpa adanya penalti tampaknya hampir tidak mungkin musim ini. Hanya saja, banyak dari penalti tersebut gagal berbuah gol.

Di Premier League saja, anak asuh Ole Gunnar Solksjaer itu sudah dihadiahi enam penalti. Empat di antaranya tidak mampu dikonversi menjadi gol.

United mendapat penalti lagi pada laga kontra United. Beruntung, Rahsford berhasil mencetak gol pada kesempatan kali ini.

Tidak adil rasanya kalau menyimpulkan bahwa permasalahan Manchester United sudah kelar dengan kemenangan atas Chelsea ini. Tapi setidaknya, kepercayaan diri tim bertambah, terutama buat penendang penalti United, yang sempat gagal mengeksekusi dua penalti beruntun lawan Norwich.

3 dari 4 halaman

Rashford = Bola Mati

Marcus Rashford menjadi pahlawan kemenangan Manchester United atas Chelsea di Piala Liga. (dok. Manchester United)

Perdebatan mengenai apa peran Rashford yang sebenarnya di Manchester United terus bergulir hingga detik ini. Memakai nomor punggung 10, pemain muda Inggris itu sering menjalankan peran berbeda, kadang target man, kadang false 9, malah tak jarang ia bermain sebagai penyerang sayap.

Usai keberhasilan Rashfrod mencetak dua gol lewat bola mati, tampaknya seluruh perdebatan akan berakhir. Mari sepakat pada peran Rashford yang sesungguhnya, yakni eksekutor bola mati.

Rashford mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas dari jarak yang sangat jauh. Gol tersebut juga menjadi penentu kemenangan Manchester United atas Chelsea.

4 dari 4 halaman

Solksjaer Tak Lagi Asal Ganti Pemain

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (AFP/Paul Ellis)

Pada laga-laga sebelumnya, pergantian pemain yang dilakukan Ole Gunnar Solksjaer tak banyak menghasilkan perubahan taktik. Saat kalah kontra West Ham United dan Newcastle United misalnya, Manchester United terkesan hanya mengganti pemain yang lelah saja.

Perubahan terlihat pada laga kontra Chelsea. Usai gawang United dibobol Michy Batshuayi, Solksjaer langsung memasukkan Anthony Martial menggantikan Victor Lindelof guna menambah daya dobrak.

Pada saat yang bersamaan, Andreas Pereira masuk menggantikan Jesse Lingard. Taktik itu bertujuan agar Martial bisa leluasa menyisir kiri lapangan, sementara Pereira bisa merangsek dari lini kedua, dan diberikan keleluasaan untuk menciptakan serangan dari sayap kanan.

Sekitar 10 menit jelang laga berakhir, Solksjaer memasukkan Ahsley Young untuk menggantikan peran Lindelof yang ditarik keluar sebelumnya. Young masuk menggantikan Rashford.

Pergantian tersebut dilakukan agar Manchester United bisa mempersulit Chelsea yang melakukan serangan sporadis di sisa laga. Hasilnya, Setan Merah sanggup menjaga keunggulan 2-1.