Skuat Arema Dikritik Sengaja Tak Mau Menang Saat Melawan Badak Lampung

oleh Iwan Setiawan diperbarui 02 Nov 2019, 16:30 WIB
Gelandang Arema, Takafumi Akahoshi, tak sanggup memberikan kemenangan di kandang Badak Lampung, Jumat (1/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kekalahan 3-4 di kandang Badak Lampung dalam laga pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019, Jumat (1/11/2019), menimbulkan kekecewaan mendalam bagi skuat Arema.

Bagaimana tidak. Setelah berjuang di lapangan, bukan dukungan semangat untuk bangkit yang mereka dapatkan dari Aremania, melainkan mayoritas justru kritikan yang diterima pemain.

Advertisement

Hamka Hamzah dkk. dinilai enggan memenangi pertandingan melawan Badak Lampung yang notanebe tim papan bawah dan sedang krisis kemenangan. Hal itu terlihat dari cara main sejak menit awal.

Selain itu, Badak Lampung mencetak empat gol dengan cara yang relatif mudah. Yang lebih menyakitkan lagi, tim berjuluk Badak Perkasa itu sekarang dilatih Milan Petrovic, pelatih yang dibuang Arema akhir musim lalu.

"Rasanya malu dengan Milan. Dengan materi pemain yang pas-pasan, dia bisa mengalahkan Arema," kata Achmad Ghozali, Aremania Klayatan.

Di media sosial ramai beredar akan ada aksi boikot dalam satu pertandingan terdekat Arema, yakni melawan Madura United, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (8/11/2019).

Aksi itu dilakukan sekelompok Aremania yang biasanya hadir di tribune ekonomi bagian selatan. Mereka tidak akan datang atau mengosongkan tribune tersebut nantinya.

 

2 dari 2 halaman

Faktor Cuaca

Pemain Arema, Dendi Santoso, dikejar gelandang Badak Lampung, Artur Bonai, di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (1/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tetapi, ada juga Aremania yang tidak setuju melakukan boikot. Namun, mereka tetap menyampaikan kritikan dengan cara yang lain, seperti aksi diam di dalam stadion.

Aremania tetap datang menonton, namun tidak bernyanyi seperti biasanya. Harapannya, tim dan manajemen melakukan perbaikan untuk laga selanjutnya karena kekalahan dari Badak Lampung adalah tamparan keras bagi Arema, meski itu adalah laga tandang.

Striker Arema, Ahmad Nur Hardianto, memberikan jawaban dari apa yang dialami pemain dalam pertandingan kemarin. Dia melihat semua sudah berusaha bermain normal seperti biasanya.

Namun, faktor adaptasi cuaca yang membuat Arema kurang garang terutama pada babak pertama.

"Cuaca sangat panas dan angin kencang mengganggu cara bermain kami, seperti yang disampaikan pelatih (Milomir Seslija). Itu sebabnya baru babak kedua ketika cuaca lebih bersabahat, kami bisa memberikan perlawanan. Saya meminta maaf kepada supporter yang kecewa dengan hasil ini," kata penyerang asal Lamongan itu.