Timnas Singapura U-22 Asah Serangan Sebelum Beraksi di SEA Games 2019

oleh Aning Jati diperbarui 14 Nov 2019, 17:15 WIB
Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, saat menggelar sesi latihan jelang laga Piala AFF di Stadion Nasional Singapura, Kamis (8/11). Singapura akan melawan Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Singapura - Timnas Singapura U-22 proyeksi SEA Games 2019 sudah selesai menjalani pemusatan latihan (TC) di Gotemba, Shizuoka, sejak 26 Oktober-7 November 2019. Selama berada di sana, The Young Lions juga melakoni tiga uji coba.

Dari segi hasil, tak cukup memuaskan. Timnas Singapura U-22 kalah dalam dua uji coba, masing-masing 0-2 dari Takushoku University dan 2-4 dari Meiji Gakuin University, serta imbang tanpa gol melawan Nippon Sport Science University dalam uji coba terakhir.

Advertisement

Namun, pelatih Timnas Singapura U-22, Fandi Ahmad, memuji perkembangan tim asuhannya dalam setiap pertandingan. Apalagi, dalam TC selama 13 hari tersebut, tak seluruh pemainnya bisa ambil bagian.

Fandi Ahmad menyebut, dari TC itu, ia sudah bisa membayangkan kerangka buat tim asuhannya. Progresnya sudah mencapai 70 persen. Ia tinggal menunggu beberapa pemain yang belum gabung TC, untuk menuntaskan komposisi terbaik tim besutannya.

"Meski kami belum bisa diperkuat pemain-pemain terbaik kami dalam beberapa pertandingan, secara keseluruhan kami tetap gembira dengan sesi pemusatan latihan ini. Kami melihat ada perkembangan dalam tim pada tiga uji coba," ujar Fandi.

"Pemain kuat secara taktik dan bertahan sambil memperlihatkan intensitas, kedisplinan, dan kerja sama selama pertandingan," imbuhnya.

Setiba di Singapura, Timnas Singapura U-22 kembali tampil dalam uji coba. Kali ini menjamu Perth Glory U-20. Pertandingan yang dimainkan di Stadion Jalan Besar, Singapura (12/11/2019), itu berakhir dengan kemenangan 4-1. Empat gol kemenangan itu berasal dari empat pemain berbeda.

Meski sudah melakoni total empat uji coba, Fandi Ahmad mengakui tim asuhannya masih mempunyai banyak pekerjaan rumah di sisa waktu sebelum terjun di SEA Games 2019, yang dimulai pada 25 November 2019.

2 dari 2 halaman

Penyerangan Jadi Fokus

Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, memberikan instruksi saat latihan jelang laga Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11). Singapura akan melawan Timnas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Mantan pemain Niac Mitra itu menyoroti sistem penyerangan the Young Lions, yang masih membutuhkan perbaikan.

"Kami senang dengan gol-gol itu, tapi masih banyak yang perlu diperbaiki dalam hal kesepahaman, terutama di sepertiga area penyerangan, karena kami masih belum yakin siapa yang akan memimpin serangan itu.

"Kami benar-benar berupaya fokus dalam kerja sama tim dan melakukan serangan dalam sepertiga area itu," lanjutnya, dilansir dari The Inquirer.

Di sisi lain, sepanjang keikutsertaan di SEA Games, Singapura belum pernah menyabet medali emas. Pencapaian terbaik mereka adalah medali perak (SEA Games 1983 dan 1993), dan bahkan pada dua edisi terakhir SEA Games (2015 dan 2017), Singapura tersingkir di fase penyisihan grup.

Timnas Singapura U-22 ingin mengubah catatan itu. Hanya, pada SEA Games 2019 mereka mendapatkan tantangan tak mudah lantaran tergabung di Grup B, yang dianggap maut, mengingat bercokol juara bertahan Thailand, lalu ada pula Indonesia, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam.

Sumber: FAS