Catatan Syamsuddin Umar Setelah Timnas Indonesia U-22 Petik Kemenangan Kedua di SEA Games 2019

oleh Abdi Satria diperbarui 29 Nov 2019, 13:30 WIB
Para pemain Timnas Indonesia U-22 merayakan kemenangan atas Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Makassar - Timnas Indonesia U-22 menekuk Singapura dengan skor 2-0 dalam laga Grup B sepak bola Sea Games 2019 di Rizal Memorial Stadium, Manila, Kamis (28/11/2019). Bagi skuat Indra Sjafri, ini kemenangan kedua setelah pada laga pertama Tim Garuda Muda mengalahkan juara bertahan SEA Games, Thailand, Selasa (26/11/2019).

Penampilan apik Timnas Indonesia U-22 diapresiasi oleh Syamsuddin Umar, mantan asisten pelatih tim nasional senior dan PSM Makassar.

Advertisement

"Penampilan Timnas U-22 di luar dugaan saya. Konsep dan irama permainannya jelas sehingga asyik ditonton," ujar Syamsuddin kepada Bola.com, Jumat pagi (29/11/2019).

Syamsuddin membuat sejumlah catatan terkait penampilan Timnas U-22 pada dua laga awal, khususnya saat mengalahkan Singapura. Dari sisi mental, Syamsuddin mengaku bangga dengan Andy Setyo Nugroho dan kawan-kawan yang tampil dengan determinasi tinggi.

"Dan yang terpenting mereka tidak emosi dan sabar menghadapi tekanan lawan, terutama di babak pertama," terang Syamsuddin.

Sikap yang diperlihatkan pemain Timnas Indonesia U-22 di lapangan sangat menunjang dari sisi teknis. Keberanian para pemain untuk memainkan bola dari kaki ke kaki terlihat menonjol sepanjang pertandingan. Alhasil, kerjasama antarunit pun berjalan. "Pressure yang mereka lakukan terhadap lawan, terutama di lini tengah juga bagus," kata mantan pemain PSM Makassar itu.

Video

2 dari 3 halaman

Konsistensi Permainan

Pemain Timnas Indonesia U-22, Zulfiandi, merayakan gol yang dicetak Asnawi Mangkualam ke gawang Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saat menghadapi Singapura, Syamsuddin menilai pergantian yang dilakukan Indra Sjafri jadi penentu kemenangan. Masuknya Osvaldo Haay membuat serangan Tim Garuda Muda lebih tajam. Tanpa Evan Dimas yang ditarik pada babak kedua, lini tengah Timnas Indonesia U-22 justru lebih trengginas.

"Serangan Indonesia memang tak lagi banyak melebar. Bola sodoran vertikal ke jantung pertahanan lawan semakin intens. Ini yang membuat lawan kewalahan," ujar Syamsuddin yang membawa PSM menjadi juara Piala Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999-2000 itu.

Sementara itu, Syamsuddin juga memuji pergerakan dua sisi sayap yang sering bergerak masuk ke kotak penalti Singapura. "Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikry, Asnawi Mangkualam, dan Firza Andika berperan penting terhadap kemenangan Indonesia atas Singapura," tegas Syamsuddin.

Secara umum, kelebihan utama Timnas Indonesia U-22 adalah konsistensi permainan. Terutama saat menekan lawan yang menguaai bola, di mana dua sampai tiga pemain Tim Garuda Muda yang mendatangi lawan. Menariknya, ketika menguasai bola dan melakukan serangan, jumlah pemain kerap terlihat lebih banyak daripada lawan.

"Yang patut dicatat, meski bermain menekan dan trengginas mengadang lawan, timnas U-22 tetap minim kartu," papar Syamsuddin.

Meski memuji, Syamsuddin berharap Timnas Indonesia U-22 tidak jemawa. "Perjuangan belum selesai. Dalam sepakbola apa saja bisa terjadi atau situasional. Semoga di Sea Games 2019, Indonesia bisa meraih emas ketiga di cabang sepa kbola," pungkas Syamsuddin.

3 dari 3 halaman

Berita Terkait