Pelatih Bhayangkara FC Keluhkan Buruknya Sambutan Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 08 Des 2019, 04:45 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, memperhatikan pemainnya saat melawan Persija Jakarta pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12). Bhayangkara menang 3-0 atas Persija. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Surabaya - Bhayangkara FC mengeluhkan perlakuan panpel Persebaya Surabaya jelang pertemuan kedua tim. Mereka akan berhadapan dalam laga pekan ke-31 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu sore (8/12/2019).

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menyebut persiapan timnya sangat minim untuk menghadapi Persebaya Surabaya. Namun, tak hanya itu saja yang menjadi permasalahan Bhayangkara FC kali ini.

Advertisement

"Biasanya kami melakukan persiapan matang, di laga kandang atau tandang. Memasuki pertandingan melawan Persebaya ini kurang bagus," kata pelatih asal Irlandia Utara itu dalam konferensi pers di Stadion GBT, Sabtu (7/12/2019).

Lebih dari itu, Bhayangkara FC rupanya diperlakukan kurang layak oleh panpel Persebaya. Itu dimulai saat mereka akan menjalani official training atau latihan resmi di Stadion GBT, Sabtu sore.

"Kami sampai di stadion untuk OT, tidak ada yang mengarahkan ke mana. Sampai di ruang ganti, AC tidak bekerja, mati. Kipas angin juga tidak ada. Pemain mau persiapkan yang mereka butuhkan, tapi kesulitan dan mereka komplain," terang Munster terkait situasi yang dihadapi Bhayangkara FC jelang laga kontra Persebaya Surabaya.

 

2 dari 2 halaman

Berharap Tak Berpengaruh ke Pertandingan

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, memberikan arahan kepada pemainnya saat melawan Persib Bandung pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (23/10). Persib tahan imbang 0-0 Bhayangkara FC. (Bola.com/Yoppy Renato)

Dalam situasi itu, pemain Bhayangkara sebenarnya ingin keluar dari ruang ganti karena kepanasan. Tapi, sesuai regulasi mereka tidak boleh ke lapangan karena ada skuat Persebaya Surabaya yang sedang menjalani latihan resmi.

"Kami tidak bisa keluar ruang ganti karena Persebaya latihan. Saat tiba waktunya Bhayangkara FC berlatih, banyak orang memindahkan barang. Rasanya banyak sekali gangguan," ucap Paul Munster.

"Kami mengeluhkan persiapan ini. Masuk ruang konferensi pers rasanya seperti sauna. AC tidak menyala. Kenapa fasilitas tidak berfungsi dengan baik, ini jadi pertanyaan," imbuh pelatih berusia 37 tahun.

Kendati demikian, Paul Munster berharap perlakuan yang diterimanya tidak menganggu persiapan timnya. "Kami akan tetap berjuang secara profesional, di mana pun kami harus bekerja profesional. Persiapan seperti biasanya," tuturnya.

Berita Terkait