Gabriel Jesus Sempat Ingin Bunuh Diri Gara-gara Mandul Gol di Manchester City

oleh Liputan6.com diperbarui 13 Des 2019, 23:00 WIB
Pemain Manchester City Gabriel Jesus (kanan) menyundul bola saat menghadapi Dinamo Zagreb pada pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Maksimir, Zagreb, Kroasia, Rabu (11/12/2019). Manchester City menang 4-1 dan menjadi juara Grup C Liga Champions. (AP Photo/Darko Bandic)

Jakarta - Striker Manchester City, Gabriel Jesus punya pengakuan menarik ketika performanya sedang menurun. Rupanya ia selalu terpikir tentang hal tersebut hingga sempat ingin bunuh diri.

Pemain berumur 22 tahun tersebut tidak pernah membuat publik kecewa jika diturunkan sang pelatih, Josep Guardiola. Contohnya seperti apa yang terjadi waktu Manchester City bertemu Dinamo Zagreb di ajang Liga Champions.

Advertisement

Dalam laga yang berlangsung pada Rabu (12/12/2019) dini hari tersebut, ia mengantongi tiga gol sekaligus. Manchester City pun menang dengan skor telak 4-1 dan mengunci peringkat pertama klasemen Grup C.

Kendati demikian, ia masih sering kalah saing dengan Sergio Aguero. Untuk pemain sekaliber dirinya, 13 penampilan di ajang Premier League bisa dikatakan sangat sedikit. Apalagi enam di antaranya ia lakoni sebagai pengganti.

Kendati sering tampil apik, tak jarang Gabriel Jesus disoroti karena performanya di bawah standar. Itu mungkin hal yang biasa bagi pemain, tapi striker Manchester City ini tidak bisa melihat penurunan performanya sebagai sesuatu yang sepele.

 

Video

2 dari 2 halaman

Komentar Gabriel

Pemain Manchester City Gabriel Jesus melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Burnley pada pertandingan Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, Inggris, Selasa (3/12/2019). The Citizens mencukur Burnley 1-4, Gabriel Jesus mencetak dua gol. (Martin Rickett/PA via AP)

"Saya pikir itu adalah suatu hal yang terjadi kepada pemain lainnya. Saya tak bisa berbicara untuk mereka, tetapi saya bisa berbicara untuk diri sendiri," ujar Gabriel Jesus kepada Sky Blues.

"Saat saya tidak senang dengan bagaimana saya bermain, saya ingin menembak ke arah kepala saya sendiri karena rasanya sulit. Saya menganggapnya secara personal," ucapnya.

Gabriel Jesus pun mengakui bahwa penurunan performa itu terjadi karena dirinya sendiri. Terkadang, pemain berumur 22 tahun tersebut membebani dirinya sendiri sampai kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

"Saya mulai berpikir, 'oh, Tuhanku, saya harus mencetak gol, saya harus mencetak gol, saya harus mencetak gol'. Terkadang saat saya mendapatkan kesempatan, saya berbuat kesalahan karena berpikir terlalu banyak dan menekan diri sendiri," ujarnya.

"Tetapi sekarang, saya sudah merasa menjadi lebih baik. Saya memperbaiki penyelesaian akhir dan tidak memikirkan soal tekanan."

 

Sumber asli: Calciomercato

Disadur dari: Bola.net/Liputan6.com (Yaumil Azis/Adyaksa Vidi, published 13/12/2019)

Berita Terkait