Pulang ke Persebaya, Patrich Wanggai Kangen Euforia Bonek

oleh Aditya Wany diperbarui 09 Jan 2020, 05:45 WIB
Penyerang Persebaya Surabaya, Patrich Wanggai. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Patrich Wanggai telah resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. Sebelumnya, pemain berusia 30 tahun itu belum pernah berseragam Bajul Ijo dalam kompetisi resmi.

Tapi, Patrich memiliki kenangan bersama Persebaya Surabaya. Dia membela klub asal kota Pahlawan itu saat melakoni laga uji coba melawan klub Inggris, Queens Park Rangers (QPR), di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 24 Juli 2012.

Advertisement

“Saya dulu main uji coba melawan Queens Park Rangers. Senang sekali bisa melihat euforia Bonek lagi,” kata Patrich.

Dalam laga itu, QPR datang dengan status sebagai klub yang bersiap menatap Premier League 2012-2013. Tim berjulukan The Superhoops itu ditangani oleh pelatih berpaspor Wales, Mark Hughes.

QPR juga menurunkan kekuatan terbaik dengan sejumlah pemain berkualitas di kompetisi Eropa, di antaranya adalah Park Ji-sung, Fabio da Silva, Djibril Cisse, Rio Ferdinand, Bobby Zamora, Adel Taarabt, hingga Shaun Wright-Phillips.

Persebaya mendatangkan sejumlah pemain yang saat itu berkompetisi di IPL 2012 sekaligus beberapa pemain Timnas Indonesia. Selain Patrich, terdapat Fernando Soler, Otavio Dutra, Andik Vermansah, hingga Diego Michiels.

Pada akhirnya, QPR berhasil menang tipis dengan skor 2-1. Dua gol tim tamu dicetak oleh Taarabt dan Zamora. Sementara sebiji gol Persebaya Surabaya disumbang oleh striker asal Argentina, Fernando Soler.

 

2 dari 2 halaman

Hadapi Penolakan

Patrich menjalani lembaran baru bersama Persebaya Surabaya. Namun, dia tidak memiliki target khusus. “Target pribadi tidak ada. Lebih baik target tim,” ucap pemain asal Nabire, Papua, tersebut.

Di sisi lain, kehadiran Patrich Wanggai sebagai striker anyar Persebaya melahirkan pro dan kontra. Beberapa menyambut baik dia yang menambah daya gedor lini depan, namun tidak sedikit pula yang melontarkan penolakan.

Penolakan itu didasari oleh karakter Patrich yang dikenal sebagai pemain tempramen. Selama kariernya, pemain asal Papua ini kerap terlibat friksi di lapangan. Bahkan, tak jarang dia mendapat kartu merah akibat aksinya.

Musim lalu, aksinya di luar lapangan membuat Patrich menjadi tersangka karena dugaan penganiayaan di Yogyakarta. Pemain kelahiran Nabire itu juga pernah mendapat sanksi dari Komdis PSSI akibat menendang lawan.

Catatan disiplin Patrich selama berseragam Kalteng Putra juga kurang apik. Sebagai striker, dia menerima delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Saat berseragam Persib Bandung di paruh kedua musim 2018, dia menerima dua kartu merah.

Berita Terkait