Bonek Beraksi Melihat Persebaya Terancam Terusir dari Surabaya

oleh Aditya Wany diperbarui 18 Jan 2020, 19:45 WIB
Suporter Persebaya, Bonek, merayakan kemenangan atas Martapura FC pada laga semifinal Liga 2 2017 di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (25/11/2017). Persebaya menang 3-1 atas Martapura FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Surabaya - Suporter Persebaya, Bonek, melancarkan protes melihat klub kebanggannya belum mendapat kepastian kandang musim 2020. Hal itu terjadi seiring renovasi dua stadion di Surabaya, yaitu Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 November, untuk Piala Dunia U-20 2021.

Semua kelompok tribune Bonek sepakat dan satu suara untuk melakukan aksi awalan dengan memasang spanduk di seluruh sudut Kota Surabaya. Mereka ingin berjuang agar Persebaya tidak terusir dari Kota Pahlawan.

Advertisement

"Kami sudah satu suara berjuang untuk mendapat kepastian stadion. Persebaya adalah salah satu icon Surabaya, malah terancam terusir dari Surabaya selama renovasi Gelora Bung Tomo," kata Cak Cong, koordinator Bonek Tribune Utara kepada Bola.com, Sabtu (18/1/2020).

"Kami akan membuat sudut-sudut kota Surabaya penuh sesak dengan spanduk tuntutan kami, bila Persebaya terusir dari Surabaya musim 2020. Sekarang saatnya Bonek jadi satu lagi berjuang untuk Persebaya,” imbuhnya.

Upaya awal protes Bonek ini sudah mulai dilakukan saat Persebaya menjamu Persis Solo dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/1/2020).

Ada spanduk yang mempertanyakan kandang Persebaya selama musim 2020 di tribune utara. Bonek di sisi tribune itu alias Green Nord, juga menyanyikan lagu dengan lirik pertanyaan serupa.

"Mana di mana kandang Persebaya? Kandang Persebaya ada di Surabaya. Besok main di mana? Besok main di mana? Sampai sekarang belum jelas kabarnya," pekik mereka serempak, sebelum laga tersebut dimulai.

2 dari 3 halaman

Mirip Kejadian pada 2016

Aksi Bonek, suporter Persebaya, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Setelah langkah awal itu, suporter dengan warna kebesaran hijau itu melanjutkan aksi dengan meramaikan spanduk di berbagai sudut Surabaya.

Pemasangan spanduk itu mulai dilakukan Sabtu pagi (18/1/2020). Hasilnya, beberapa titik keramaian jalanan benar-benar dipenuhi spanduk berisikan wujud protes. Termasuk di antaranya mempertanyakan Piala Dunia U-20 2021 yang mengusik Persebaya.

Pemandangan ini mirip dengan yang terjadi pada medio November 2016. Saat itu, Persebaya terpaksa menunda mendapatkan pengesahan status lagi oleh PSSI dalam Kongres 10 November 2016. Hasilnya, Kota Surabaya dipenuhi spanduk protes kepada PSSI.

"Persebaya adalah kebanggaan Arek-Arek Suroboyo. Persebaya wajib bermain di Surabaya, apa pun alasannya. Upaya kami memasang spanduk perlawanan setiap sudut kota Surabaya sebagai simbol dukungan Persebaya wajib berkandang di Surabaya," ucap Sinyo Devara, koordinator Bonek Tribun Kidul.

Manajemen Persebaya sempat membuka opsi bakal menggunakan stadion di kota satelit. Ada dua stadion yang berpotensi dipakai, yaitu Gelora Delta (Sidoarjo) dan Joko Samudro (Gresik). Namun, mereka membatalkannya.

3 dari 3 halaman

Audiensi dengan Pemkot Surabaya

Suporter Persebaya Surabaya, Bonek, memberi dukungan saat tim kesayangannya bersua Persib Bandung pada laga pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Mereka akhirnya memutuskan untuk tetap berkandang di Surabaya. Namun, manajemen Bajul Ijo menghadapi kendala, meski Kota Surabaya memiliki dua stadion, yaitu Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November yang bakal direnovasi untuk Piala Dunia U-20 2020.

Sejauh ini, manajemen Persebaya belum mendapat kesempatan beraudiensi dengan Pemkot Surabaya selaku pemilik dua stadion tersebut.

Di sisi lain, Persebaya bakal memiliki jadwal yang padat dengan tampil di beberapa ajang sekaligus. Setidaknya, mereka berkompetisi di Liga 1 2020 dan ASEAN Club Championship 2020. Klub asal Kota Pahlawan itu juga masih berpeluang tampil di Piala AFC 2020.