Wabah Virus Corona Bikin Kejuaraan Atletik Indoor Dunia 2020 Batal

oleh Marco Tampubolon diperbarui 30 Jan 2020, 20:10 WIB
Staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans ke rumah sakit Jinyintan, tempat pasien-pasien terinfeksi virus corona dirawat di Wuhan, provinsi Hubei, China pada Senin 20 Januari 2020. (Source: AP)

Jakarta - Wabah virus Corona jenis terbaru yang tengah melanda sejumlah kawasan di China semakin mengkhawatirkan. Korban-korban berjatuhan dan kota Wuhan yang menjadi asal virus  telah ditutup untuk sementara demi mencegah penyebaran yang lebih luas. Warga diminta tetap di rumah.

Laporan terbaru menyebutkan lebih dari 700 orang dari berbagai provinsi di China telah terjangkit virus yang belum ada vaksinnya ini. Dan sebanyak 170 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. 

Advertisement

Wabah virus Corona juga menyebabkan sejumlah agenda olahraga dibatalkan. Setelah kualifikasi tinju Olimpiade 2020, kini giliran Kejuaraan Dunia Atletik Indoor terkena imbasnya. Seperti dilansir The Sun, event yang seharusnya berlangsung di Nanjing mulai 13 Maret 2020 itu resmi ditunda selama setahun. 

Menurut Organisasi Atletik Dunia (IAAF), sebenarnya banyak negara yang  telah mengajukan diri menjadi tuan rumah menggantikan Nanjing. Namun permintaan ini ditolak mengingat penyebaran virus corona juga sudah sampai ke luar Negeri Tirai Bambu dan kondisi semakin menkhawatirkan.

Pejabat IAAF juga menyampaikan, bahwa keputusan ini tidak mudah. Namun mereka harus melakukannya untuk memberi kepastian kepada para atlet dan anggota federasi serta rekanan lainnya.

 

 

 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Mengancam Olimpiade Tokyo 2020

Pekerja berjalan di kapal tongkang yang membawa Cincin Olimpiade di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)

Pembatalan ini seiring dengan kekhawatiran Gubernur Tokyo, Yuriko Koike. Untuk kali pertama Koike berkomentar terkait penyebaran virus Corona yang berpotensi mengganggu Olimpiade Tokyo 2020.

"Dengan hanya menyisakan 177 hari lagi dan persiapan kami semakin cepat, kami harus benar-benar mampu membendung virus corona baru atau kami akan menyesalinya," kata Koike. 

"Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini," kata Koike menambahkan. 

Olimpiade 2020 akan berlangsung di Tokyo, Jepang mulai Juni mendatang. Sebelumnya Jepang pernah batal menjadi tuan rumah ajang yang sama pada tahun 1940 gara-gara perang dunia kedua. Negeri Matahari Terbit harus menunggu hingga tahun 1964 untuk menyelenggarakan event akbar tersebut. 

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Marco Tampubolon/Edu Krisnadefa, Published 30/1/2020)