Aksi Kushedya Hari Yudo Bikin Aremania Sejenak Melupakan Dedik Setiawan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 12 Feb 2020, 16:30 WIB
Penyerang Arema FC, Kushedya Hari Yudo. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kushedya Hari Yudo langsung menjadi idola baru Aremania setelah berkontribusi besar bagi Arema FC dalam laga perdana Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (11/2/2020).

Kushedya Hari Yudo memang tidak mencetak gol saat Arema FC menang 2-0 atas klub Malaysia, Sabah FA. Namun, dua gol yang diraih Singo Edan bermula dari aksinya.

Advertisement

Gol pertama Arema yang dicetak oh In-Kyun lewat penalti saat laga baru berjalan tiga menit. Hadiah penalti cepat itu bermula dari akselerasi Yudo yang kemudian dilanggar kiper Sabah, Rozaime Rohim.

Sedangkan untuk gol kedua Arema FC yang terjadi pada menit 34, tendangan Yudo dihalau bek Sabah, Randy Baruh, yang membuat gol bunuh diri.

Terlepas dari dua gol itu, beragam aksi individu Yudo juga selalu membuat Aremania yang ada di tribune penonton bersorak. Baik saat dia main sebagai striker di babak pertama atau sayap kiri pada babak kedua.

Pemain jebolan Akademi Arema yang musim lalu membela PSS Sleman ini dinilai cerminan khas pemain asli Malang. Ngeyel dan meledak-ledak di lapangan. Bukan hanya saat menguasai bola, tapi juga agresif mengambil bola dari kaki lawan hingga turun jauh dari posisinya.

Setelah pertandingan berakhir, Kushedya Hari Yudo mengaku senang bermain apik dan memberikan tiga poin. “Pertandingan yang luar biasa bagi saya. Alhamdulillah bisa menang. Ini berkat kerja keras semua pemain,” jelas pemain 26 tahun itu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Pengganti Dedik Setiawan

Kehadiran Kushedya Hari Yudo musim ini membuat kerinduan Aremania akan pemain lokal khas Malang terobati. Padahal musim ini Yudo didatangkan untuk mengisi posisi putra daerah lainnya, Dedik Setiawan.

Dedik harus istirahat hingga pertengahan tahun karena cedera lutut. Tapi, nyatanya Yudo bisa membuat suporter melupakan Dedik yang masih fokus pemulihan untuk sementara waktu ini.

Namun, jika nantinya Dedik kembali, persaingan di posisi inti bakal sengit karena lini depan Arema dihuni dua pemain asal Argentina, Jonathan Bauman dan Elias Alderete.

Andaikan diturunkan sebagai sayap, juga sudah ada Dendi Santoso, Ridwan Tawainela, Pandi Lestaluhu hingga Mariando Djonak.