Persis dan Semen Padang Sepakati Regulasi Baru Liga 2

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 06 Mar 2020, 04:30 WIB
Duel pemain Persis, Andre Putra (kiri), dengan bek Semen Padang, Yohanis Tjoe, dalam laga uji coba di Stadion Manahan (5/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Solo - Muncul kabar adanya regulasi baru untuk kompetisi Liga 2 musim 2020, perihal skema untuk tim yang akan promosi dari kasta kedua ke Liga 1 musim depan.

Kompetisi Liga 2 musim ini, 2020, masih tetap dengan format dua wilayah, barat dan timur. Setiap wilayah diisi 12 tim. Namun, menariknya adalah penentuan untuk tiga tim yang akan promosi ke Liga 1.

Advertisement

Tim yang akan menutup fase penyisihan sebagai juara grup di masing-masing wilayah, dipastikan otomatis promosi ke Liga 1. Sementara runner-up grup akan dipertemukan untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa.

Dengan begitu, dipastikan tidak ada akan ada babak delapan besar, semifinal, hingga final seperti format kompetisi Liga 2 selama ini.

Meski manager meeting kontestan Liga 2 baru dilakukan di Jakarta, Jumat (6/3/2020) hari ini, banyak tim tidak berkeberatan dengan regulasi tersebut.

CEO Persis Solo, Azmy Al Qamar, sepakat mengikuti aturan main untuk skema kompetisi Liga 2. Justru dengan kompetisi yang singkat, membuat timnya sangat termotivasi bisa bersaing merebut tiket promosi.

"Tidak masalah, Persis sangat setuju regulasi itu karena kami yakin bisa juara di grup timur sekaligus promosi ke Liga 1. Mimpi seluruh masyarakat Solo yang sudah lama dinantikan," ujar Azmy kepada Bola.com, Kamis (5/3/2020).

2 dari 2 halaman

Kompetisi Fair

Para pemain Persis Solo mengenakan jersey pramusim saat melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Sabtu (15/2/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pernyataan senada disampaikan manajer tim Semen Padang, Effendi Syahputra. Tim yang baru saja terdegradasi dari Liga 1 itu antusias untuk bisa kembali tampil di kasta tertinggi.

Effendi menyebut persaingan di Liga 2 dengan format kompetisi yang baru, dapat menunjung tinggi sportivitas, terutama penghargaan untuk tim yang berprestasi.

"Sebenarnya regulasi yang baru ini fair. Menghargai juara grup saat penyisihan. Tidak jarang tim yang juara fase grup justru tereliminasi saat babak delapan besar," ungkap Effendi.

Semen Padang tergabung di Grup Barat bersama PSMS Medan, PS Tiga Naga, PSPS Riau, Sriwijaya FC, Babel United, Badak Lampung FC, Cilegon United, Perserang Serang, PSKC Cimahi, Persekat Tegal, dan PSIM Yogyakarta.

Sementara Persis Solo berada di Grup Timur bersaing dengan Persijap Jepara, PSCS Cilacap, Putra Sunan Gresik, Persigo Semeru FC, Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Sulut United, Persewar Waropen, dan PSBS Biak.