3 Staf Fiorentina Dirawat di Rumah Sakit karena Virus Corona

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 19 Mar 2020, 08:45 WIB
Pemain Fiorentina Dusan Vlahovic merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya usai menang 2-0 atas Napoli pada pekan ke-20 Liga Italia di San Paolo, Minggu (19/1/2020) dini hari WIB. (Cafaro/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Fiorentina, Rocco Commisso mengonfirmasi tiga staf klub dirawat di rumah sakit karena terjangkit virus Corona.

Sebelumnya, klub mengumumkan bahwa tiga pemain, Dusan Vlahovic, Patrick Cutrone, dan German Pezzella dinyatakan positif COVID-19, bersama dengan beberapa anggota staf. Total ada 8-10 kasus di klub itu.

Advertisement

"Kami memiliki tiga anggota staf di rumah sakit dan lainnya yang terkontaminasi dan tinggal di rumah, dengan total 8-10 kasus positif," kata Commisso kepada Sky Sport Italia, dikutip Football Italia.

Menurut laporan tersebut, satu di antara staf dibawa ke rumah sakit karena kesulitan bernapas.

Fiorentina menyatakan situasi tersebut darurat. Mereka menyiapkan penggalangan dana untuk membantu mendukung rumah sakit setempat yang menangani pandemi virus ini.

“Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah membantu mereka yang ada di garis depan. Dalam 24 jam, kami telah mengumpulkan sekitar 420.000 euro. Saya ingin berterima kasih kepada Franck Ribery atas donasinya (50.000 euro). Kami berdua merasa betah di Florence, karena kami disambut dengan hangat oleh orang-orang di sini," katanya.

2 dari 2 halaman

Beri Dukungan

Warga berjalan di sepanjang La Ramblas, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown setelah negara berpenduduk 47 juta jiwa itu terdampak virus corona COVID-19 paling parah kedua di Eropa setelah Italia. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Commisso menambahkan, Fiorentina siap memberi dukungan pemerintah Italia dalam memerangi virus yang bermula dari Wuhan, China itu.

“Saya berbicara dengan pelatih dan pemain. Mereka tahu saya ada di sisi mereka. Seharusnya saya sudah berada di Florence untuk mendukung mereka, tetapi sayangnya saya tidak diizinkan bepergian," katanya.

Italia masih dalam kondisi darurat. Dalam 24 terakhir, mereka melaporkan angka kematian tertinggi yakni 475 orang.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait