Mantan Presiden Real Madrid Meninggal Dunia Akibat Corona COVID-19

oleh Liputan6.com diperbarui 22 Mar 2020, 06:30 WIB
Mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz, terinfeksi virus corona COVID-19 (Foto: Ist)

Madrid - Mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz meninggal dunia setelah menderita Corona Covid-19. Kepergian pria berusia 76 tahun itu jelas kabar menyedihkan untuk Real Madrid.

Sanz merupakan salah satu korban awal merebaknya pandemi Corona Covid-19 di Spanyol. Dia dirawat selama beberapa hari di rumah sakit karena demam, lalu terbukti positif terinfeksi Covid-19.

Advertisement

Di usianya, Sanz masuk dalam kategori risiko tinggi untuk Corona Covid-19. Dia meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020) waktu setempat atau dini hari WIB.

Sanz sempat dirawat di salah satu rumah sakit di kota Madrid. Menurut anaknya, Fernando, kondisi ayahnya terus memburuk dan pihak keluarga hanya bisa berdoa demi kesembuhan pria sepuh tersebut.

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini

2 dari 3 halaman

Riwayat Sanz

3. Roberto Carlos (Real Madrid) - Legenda timnas Brasil ini kesohor karena tendangan bebasnya yang fenomenal. Bek kiri Real Madrid mencetak 113 gol sepanjang karirnya. (AFP/Philippe Desmazes)

Mengutip Marca, Sanz merupakan salah satu presiden tersukses Madrid di era 1995-2000. Sanz lahir tahun 1943, mulai memimpin Madrid sejak tahun 1995 setelah melewati beberapa tahun sebagai direktur di bawah pimpinan Mendoza.

Dia membangun tim Los Blancos bersama Fabio Capello dan mendatangkan sejumlah nama top seperti Roberto Carlos, Clarence Seedorf, Davor Suker, dan Predrag Mijatovic. Puncaknya, Madrid berhasil menjuarai Liga Champions 1997/98.

Pada masa Sanz, Madrid berhasil membungkus dua trofi Eropa dan kesuksesan di level domestik. Namun, saat itu dia memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara terbuka dalam memilih presiden klub berikutnya, sebab Madrid punya masalah kelembagaan yang cukup parah.

 

3 dari 3 halaman

Digusur Perez

Keputusan Sanz akhirnya berujung pada kekalahannya sendiri. Juli 2000, Florentino Perez berhasil jadi presiden Madrid dengan keunggulan 3.167 suara, membuat Sanz harus merelakan tempatnya.

Sanz mencoba kembali bersaing pada tahun 2004, tapi peluangnya kecil untuk menggusur Perez yang terbukti sukses. Biar begitu, hubungan Sanz dengan Perez masih sangat baik sampai akhirnya dia berpulang.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net/Liputan 6 (Penulis Richard Andreas/Bogi Triyadi, Published 21/3/2020)