David da Silva dan Mahmoud Eid Mudik ke Negaranya, Pelatih Persebaya: Situasi di Indonesia Belum Jelas

oleh Ario Yosia diperbarui 02 Apr 2020, 13:00 WIB
Para pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak David Da Silva ke gawang Sabah FA pada laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (8/2). Persebaya menang 3-1 atas Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengizinkan pemain-pemain asingnya untuk pulang kampung. Aji memberi kebebasan kepada mereka karena situasi sepak bola Indonesia belum jelas imbas penyebaran virus corona COVID-19.

Sebelumnya, dua pemain asing Persebaya, David da Silva dan Mahmoud Eid memutuskan pulang ke negaranya masing-masing. Mereka menyusul Aryn Williams yang lebih dulu mudik.

Advertisement

”Saya beri kebebasan untuk pulang karena situasi yang masih belum jelas di Indonesia,” kata Aji Santoso.

”Untuk jadwal tim kami juga mengikuti arahan dari PSSI,” imbuh arsitek asal Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.

PSSI menangguhkan kompetisi Shopee Liga 1 2020 hingga 29 Mei 2020 akibat pandemi corona. Jika situasi membaik, kompetisi kemungkinan diputar pada 1 Juli 2020.

Namun, Aji berpesan kepada seluruh pemain Persebaya, termasuk yang baru pulang kampung untuk menjaga diri. Sehingga tidak ada kendala saat harus kembali bergabung dengan tim.

”Saya meminta agar semua pemain bisa menjaga diri dan tetap sehat, sampai semua berkumpul lagi untuk menjalani kompetisi,” lanjut Aji.

”Saya pun mendoakan agar kita semua bisa segera terbebas dari situas seperti saat ini,” ujar pelatih yang notabene bek legendaris Timnas Indonesia itu.

Video

2 dari 2 halaman

Gaji Dipotong

Pelatih Persela, Aji Santoso, mendapat sambutan hangat dari Bonek pada laga Persebaya vs Persela di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (5/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Di sisi lain, Aji Santoso tidak mempermasalahkan pemberlakukan aturan pembayaran gaji hanya 25 persen bagi pemain, pelatih dan ofisial di masa penghentian Shopee Liga 1 2020.

Aturan pembayaran gaji 25 persen ditetapkan PSSI sebagai dampak penghentian kompetisi. Mereka memproteksi klub agar tak mengalami krisis keuangan. Keputusan itu berlaku sejak Maret hingga Juni 2020 mendatang.

”Kami semua pelatih pemain dan staf yang lain tidak ada masalah dengan pembayaran gaji yang hanya 25 persen. Karena itu memang sudah aturan dari PSSI,” kata Aji Santoso.

Pelatih yang berhasil membawa Persebaya juara Piala Gubernur Jatim 2020 tersebut juga mengatakan bahwa angka 25 persen sudah cukup ideal.

Karena sudah menjadi keputusan federasi, menurut Aji, manajemen juga berhak menjalankan aturan tersebut. Dan tentunya harus disambut baik oleh semua pihak.

 

Sumber asli: Persebaya

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy, Published 2/4/2020)

 

Berita Terkait