Matthijs de Ligt Disarankan untuk Bertahan di Juventus

oleh Rizki Hidayat diperbarui 19 Apr 2020, 13:30 WIB
Bek Juventus, Matthijs De Ligt, menyundul bola saat melawan SPAL pada laga Serie A di Stadion Allianz, Sabtu (28/9). Juventus menang 2-0 atas SPAL. (AP/Alessandro Di Marco)

Bola.com, Jakarta - Matthijs de Ligt santer disebut akan hengkang dari Juventus pada akhir musim ini. Namun, eks bek Timnas Belanda, Jaap Stam, menyarankan De Ligt untuk lebih lama lagi bertahan di Juve.

Pemain berusia 20 tahun tersebut bergabung ke Juventus pada 18 Juli 2019. Matthijs de Ligt ditebus I Bianconeri dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer yang mencapai 75 juta euro (Rp 1,4 triliun).

Advertisement

Diharapkan menjadi andalan di jantung pertahanan, performa De Ligt masih belum sesuai harapan. Bahkan, bek Timnas Belanda itu beberapa kali melakukan blunder yang merugikan Juventus.

Penampilan tersebut membuat Matthijs de Ligt kerap menuai kritikan. Bahkan, tak sedikit yang meminta agar Juventus melepas sang pemain ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Situasi tersebut coba dimanfaatkan Manchester United, Barcelona, dan Real Madrid untuk meminang Matthijs de Ligt. Dari ketiga klub tersebut, MU yang paling serius ingin menebus De Ligt dari Juventus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Harus Bertahan

5. Matthijs De Ligt (Bek Tengah) - Dari Ajax Amsterdam ke Juventus dengan 75 juta euro. (AFP/Roslan Rahman)

Namun, Jaap Stam menyarankan Matthijs de Ligt agar bertahan di Juventus. Menurutnya, De Ligt bisa banyak belajar cara menjadi bek tangguh seperti seniornya di Juve, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Apalagi, Italia dikenal memiliki gaya bertahan yang solid.

"Pendapat saya tentang beberapa bulan pertamanya di Serie A adalah positif. Dia sedikit dikritik, tetapi harus mengerti bagaimana beradaptasi dengan gaya sepak bola yang berbeda," ujar Stam.

"Dia masih muda dan Matthijs berada di klub besar dengan tekanan yang jauh lebih besar daripada yang biasa dia lakukan. Standar lawan yang dia hadapi di Italia juga jauh lebih tinggi daripada di Belanda," tuturnya.

"Juventus menginvestasikan jumlah uang yang besar untuk mengontraknya, beberapa akan mengatakan terlalu banyak, tetapi menurut saya dia telah melakukan dengan baik sejauh ini."

"Pengalaman ini membuatnya lebih percaya pada dirinya sendiri. Dia hanya perlu belajar bahasa Italia, sehingga dia dapat berkomunikasi lebih baik dengan rekan satu timnya," lanjut eks bek Manchester United dan AC Milan itu.

Sumber: Football Italia