5 Pelatih Lokal yang Sukses di Persaingan Keras Liga Indonesia

Pelatih lokal masih mendominasi raihan gelar di era Liga Indonesia. Berikut ini lima pelatih lokal yang sukses di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 24 April 2020, 09:15 WIB
Trivia - Pelatih-pelatih Lokal yang Sukses di Liga Indonesia (Bola.com/Adreanus TItus)

Bola.com, Jakarta - Pelatih lokal tidak kalah dibanding pelatih asing di Liga Indonesia. Pelatih dalam negeri juga masih mendominasi di klub-klub hingga saat ini.

Dari 16 pelatih yang pernah merasakan juara Liga Indonesia, sepuluh di antaranya merupakan muka lokal. Satu di antaranya adalah Indra Thohir.

Advertisement

Indra Thohir adalah pelatih pertama yang menjuarai Liga Indonesia. Ketika itu, Persib Bandung dibawanya ke tangga juara pada 1994-1995.

Indra Thohir juga sukses mengantarkan Persib menembus babak perempat final Piala Champions Asia (LCA) 1995 setelah menyingkirkan klub Thailand, Bangkok Bank dan Passay City dari Filipina.

AFC pernah menobatkannya sebagai pelatih terbaik Asia edisi September 1995 setelah mengantar Persib ke babak delapan besar LCA.

Meski demikian, kehebatan Indra Thohir dalam membesut Persib Bandung mendapat penghargaan dari AFC. Ia dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia oleh AFC edisi September 1995 setelah menyingkirkan Bangkok Bank.

Sempat menepi, Indra Thohir kembali menangani Persib pada 1999-2000, 2001, dan 2005. Setelah itu, dia beristirahat total dari dunia kepelatihan.

Selain Indra Thohir, siapa lagi pelatih lokal yang sukses di Liga Indonesia? Simak rangkuman Bola.com berikut ini.

Video


Rusdy Bahalwan

Persebaya_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Rusdy Bahalwan adalah pelatih yang membawa Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia 1996-1997. Ketika itu, tim berjulukan Bajul Ijo tersebut dibuatnya begitu dominan.

Persebaya lolos ke babak 12 besar dengan status pemimpin Wilayah Barat. Bajul Ijo yang tergabung di Grup A juga berhasil melaju ke babak delapan besar berlabel juara grup.

Racikan Rusdy membuat Persebaya menjadi juara Liga Indonesia setelah mengalahkan PSM Makassar 3-2 di babak semifinal dan menundukkan Bandung Raya 3-1 pada partai puncak. Mulai dari babak 12 besar hingga final, Bajul Ijo tidak terkalahkan.

Saat itu, Rusdy juga terbantu dengan komposisi the dream team Persebaya. Bajul Ijo bermodalkan pemain-pemain lokal dan asing nomor satu semodel Uston Nawawi, Aji Santoso, Sugantoro, Jacksen Tiago, dan Carlos de Mello.


Sofyan Hadi

Sofyan Hadi

Sosok Sofyan Hadi begitu berarti bagi Persija Jakarta. Dia mengantar tim ibu kota menjadi juara sebagai pemain dan pelatih.

Semasa masih aktif bermain, Sofyan Hadi mengantar Persija merengkuh gelar Perserikatan pada 1973, 1975, dan 1979.

Setelah menunggu 21 tahun lamanya, Sofyan Hadi membawa Persija menjadi juara Liga Indonesia 2001 sebagai pelatih.

Di tangan Sofyan Hadi, permainan Persija penuh dengan teknik tinggi. Komposisi pemain pun sesuai dengan keinginannya. Kinerjanya terbantu dengan deretan pemain berkualitas.

Akan tetapi, tidak mudah baginya mengombinasikan pemain senior macam Widodo C. Putro dengan pemain muda macam Bambang Pamungkas.

Namun, Sofyan Hadi berhasil menyatukan visi bermain para pemain bintang yang di musim sebelumnya kerap menjadi kendala tim. Hasilnya, sinergi bagus antara pemain, pelatih dan pendukung Persija, menghasilkan gelar juara 2001.


Rahmad Darmawan

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, saat pertandingan melawan Arema FC pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Minggu, (4/2/2018). Sriwijaya FC menang 3-1 atas Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Rahmad Darmawan merupakan pelatih lokal tersukses di Liga Indonesia. Bagaimana tidak, pelatih asal Metro, Lampung ini mengoleksi dua gelar Liga Indonesia.

RD, panggilannya, mulai mencuat saat menangani Persikota Tangerang pada 2001-2004. Tinta emas berhasil ditorehkannya ketika melatih Persipura Jayapura pada 2005 dengan meraih gelar juara.

RD juga aktor di balik kesuksesan Sriwijaya FC menggondol empat gelar selama kurun waktu 2007-2010. Tim berjulukan Laskar Wong Kito ini merengkuh trofi Liga Indonesia 2007-2008 dan Copa Indonesia pada 2007-2008, 2008-2009, dan 2010.

Akan tetapi, tangan dingin RD perlahan mulai pudar. Dalam tiga musim terakhir, klub yang diraciknya kerap terpuruk di papan bawah. Bahkan, dia gagal mengeluarkan Mitra Kukar dari jeratan degradasi pada Liga 1 2018.


Djadjang Nurdjaman

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. (Bola.com/Aditya Wany)

Djadjang Nurdjaman bukan pelatih jempolan sebelum membawa Persib menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014. Rekam jejak kepelatihannya terbilang minim.

Djadjang melatih Pelita Jaya pada 2011, sebelum memulai lembaran sebagai pelatih di Persib pada 2012. Pria yang karib dipanggil Djanur ini hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyulap tim asal Kota Kembang ini kembali disegani di kancah sepak bola nasional.

Djanur mampu mengantar Persib merengkuh gelar ISL 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura di partai final dengan adu penalti.

Kemesraan Djanur dengan Persib harus berakhir pada 2017. Inkonsistensi tim berjulukan Pangeran Biru ini berakibat pada pemecatan Djanur oleh manajemen.

Setelah berpisah dengan Persib, Djanur hijrah ke PSMS Medan, Persebaya Surabaya, dan Barito Putera hingga saat ini.

Berita Terkait