MOTION GRAFIS: Kisah Wonderkid Barcelona, Ansu Fati dengan Robin Hood Berjenggot dari Spanyol

oleh Okie Prabhowo diperbarui 06 Mei 2020, 10:50 WIB

Bola.com, BarcelonaWonderkid Barcelona, Ansu Fati, memiliki kisah menarik dengan Robin Hood berjenggot dari Spanyol. Siapakah dia? Ia adalah Juan Manuel Sanchez Gordillo, walikota Marinaleda, di provinsi Sevilla, daerah otonomi Andaluisa, yang memimpin sejak 1979.

Mengapa ia disebut Robin Hood? Ia dilabeli pahlawan cerita rakyat Inggris tersebut oleh media Spanyol, El Pais. Alasannya karena memimpin para petani untuk menjarah supermarket. Mereka mengambil kebutuhan macam pasta, gula, buncis, dan susu, lalu mengirimkan hasil jarahan tersebut ke “bank”  makanan di kotanya.

Advertisement

“Krisis itu memiliki wajah dan namma. Banyak keluarga yang tidak mampu untuk membeli makanan,” ujar Gordillo saat memberi alasan mengapa ia memimpin para petani untuk menjarah.

Namun, Gordillo bukan berarti kebal hukum. Menurut Guardian, ia pernah dipenjara sebanyak tujuh kali. Pria kelahiran 5 Februari 1952 tersebut juga pernah mendapat dua kali upaya pembunuhan.

Marinaleda bisa disebut “utopia” untuk sistem pemerintahan komunis. Di bawah kepemimpinan Walikota Gordillo, kota yang memiliki populasi 2.626 orang tersebut mempunyai angka pengangguran hanya 5 persen, berdasarkan data pada Agustus 2012. Padahal angka pengangguran di Spanyol adalah 25 persen, sedangkan di Andalusia 34 persen.

Warga di Marinaleda memiliki tanah dan gaji yang sama rata. Mereka membangun 350 rumah dengan mandiri.  Para penghuninya membayar kredit rumah hanya selama 15 bulan. Namun, tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan untung dari menjualnya.

Juan Manuel Sanchez Gordillo si Robin Hood dari Spanyol menjadi Walikota Marinaleda sejak 1979. (AFP Photo/Cristina Quicler)

Lalu, apa kaitannya Ansu Fati dengan Robin Hood tersebut? Semua berawal ketika ayah Ansu Fati, Bori, meninggalkan tempat ia tinggal, Bissau, ibukota negara di benua Afrika, Guinea-Bissau. Ia ke Portugal, lalu ke Spanyol sendirian ketika sang istri sedang mengandung.

Bori pergi tidak memiliki apa-apa setelah mendengar kota Marinaleda membutuhkan orang. Lalu, ia dikabarkan menjadi sopir dari Gordillo dan mereka berdua menjadi dekat. Sang walikota memberinya pekerjaan, tempat untuk tinggal, dan membantu keluarga Bori untuk ke Spanyol. Bori juga bekerja di pembangunan rel kereta api dan pekerjaan serabutan lainnya. Setelah itu, istri dan kedua anaknya, termasuk Ansu Fati, mengikuti jejak Bori. Mereka kemudian memiliki rumah di kota Herrera, 10 kilometer dari Marinaleda.

Ansu Fati, saat berusia 6 tahun, hanya memakai celana renang pendek dan tanpa sepatu saat bermain sepak bola di sebuah klub lokal. Saat itulah, bakatnya mengolah bola terlihat. Beberapa yang melihatnya bahkan berlari ke rumah keluarga Fati untuk memberitahu.

Setelah bersama tim lokal di Herrera dan Sevilla, ia bergabung ke akademi Barcelona, La Masia, saat berusia 10 tahun pada 2012. Setahun sebelumnya, sang kakak sudah melakukan hal yang sama.

Pada Juli 2019, Fati menandatangani kontrak profesional bersama Barcelona. Kontrak yang mengikatnya hingga 2022. Menurut sang ayah, ketika anaknya dipanggil ke tim utama, Ansu Fati tidak makan dan tidur. Momen tersebut membuat Bori dan sang istri menangis, apalagi Ansu tidak pernah bermain untuk tim B klub dari Catalan tersebut.

Fati melakoni laga perdananya di tim utama di La Liga saat menggantikan Carles Perez, ketika Barcelona menang 5-2 atas Real Betis. Pada usia 16 tahun dan 298 hari, ia menjadi pemain termuda kedua yang melakoni laga debut bersama Blaugrana. Ansu Fati lebih tua 18 hari dari Vicenc Martinez pada 1941.

Ia menorehkan gol perdana untuk Barcelona pada 31 Agustus 2019. Ansu Fati menorehkan gol ketika timnya bermain 2-2 melawan Osasuna. Ia kemudian menjadi pencetak gol termuda di tim senior Barcelona dengan usia 16 tahun dan 304 hari. Ia juga menjadi pencetak gol termuda ketiga di La Liga.

Para pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Ansu Fati ke gawang Osasuna pada laga La Liga di Stadion El Sadar, Pamplona, Sabtu (31/8). Kedua klub bermain imbang 2-2. (AP/Alvaro Barrientos)

Ansu Fati masuk pada babak kedua menggantikan Nelson Semedo. Lalu, enam menit kemudian, ia menorehkan gol setelah mendapat assist dari Carles Perez. Saat itu, skor menjadi imbang 1-1.

Tidak sampai di situ. Pada 14 September 2019, Fati menjadi pemain termuda dalam sejarah La Liga yang mencetak gol dan assist dalam sebuah pertandingan. Ia berusia 16 tahun dan 318 hari ketika mencetak gol pada menit kedua dan memberi assist untuk gol Frankie de Jong menit 7’ ketika menang 5-2 atas Valencia. Ia kemudian diganti Luis Suarez pada menit ke-60 setelah menurut Pelatih Barcelona ketika itu, Ernesto Valverde, otot-ototnya mengalami ketegangan.

Setelah itu, label “wonderkid” bisa dikatakan melekat ke diri Ansu Fati. Judul di media AS, “Ansu memikat, Suarez membunuh”. Lalu, dilanjutkan dengan: “apa yang dilakukan anak ini harus ditanggapi serius; dalam satu jam ia bermain, benar-benar tidak masuk akal”. Marca menulisnya dengan: “Namanya Fati, Ansu Fati”. Sementara itu, El Mundo menulis: “Seorang bintang telah lahir”. El Mundo Deportivo memujinya dengan: “Anak ini menjadi harapan besar Barcelona.”

Namun, jalan panjang, baik di dalam dan luar lapangan, masih harus dilalui wonderkid Barcelona, Ansu Fati. Jangan sampai beban sebagai “harapan” Barcelona membuatnya meredup di Spanyol. Jangan lupa, Blaugrana pernah memiliki anak muda potensial bernama Bojan Krkic, yang kini bermain di klub MLS (Major League Soccer), Montreal Impact. “Banyak orang mengatakan karier saya tidak sesuai yang diharapkan. Saya disebut ‘New Messi”. Baiklah, bila Anda bandingkan saya dengan Lionel Messi… karier seperti apa yang diharapkan? Banyak hal yang tidak diketahui orang banyak,” ujar Bojan, seperti dilansir Guardian, yang juga mengatakan dirinya memiliki masalah dengan kecemasan. “Tetapi tidak ada yang ingin membicarakan (soal kecemasan). Sepak bola tidak tertarik dengannya,” kata Bojan.