Pesona Hari Nur Yulianto, Striker Ganas PSIS yang Belum Merasakan Seragam Timnas Indonesia

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 23 Mei 2020, 12:00 WIB
PSIS Semarang - Hari Nur Yulianto (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang cukup bangga memiliki pemain lokal yang berkualitas hebat. Adalah Hari Nur Yulianto, striker mematikan asal Kendal yang menuai banyak kesuksesan baik secara tim untuk Mahesa Jenar maupun pencapaian pribadinya.

Hari Nur Yulianto berasal dari Kendal, yang tidak jauh dari Semarang. Subuah kabupaten tetangga. Ia lahir di Kendal pada 31 Juli 1989, potensi hebatnya berhasil dimaksimalkan oleh PSIS Semarang yang merupakan tim idamannya sejak kecil.

Advertisement

Kiprah PSIS dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat dipisahkan oleh pemain yang mengidolakan sosok Bambang Pamungkas ini. Ia begitu dielu-elukan publik sepak bola Kota Atlas, karena loyalitasnya.

Selain menjadi pemain kunci di barisan depan, pengabdian Hari Nur cukup besar. Bahkan ia sering didapuk menjadi kapten, sebagai pemain senior dan punya jiwa kepemimpinan. Beberapa pencapaiannya bahkan melebihi legenda PSIS sebelumnya, seperti Ribut Waidi atau Tugiyo.

Namun, torehan prestasi hebat yang didapat Hari Nur selama ini tak membuatnya sekalipun dilirik oleh Timnas Indonesia. Bola.com menyajikan beberapa ulasan menarik tentang pesona Hari Nur Yulianto yang begitu identik dengan PSIS Semarang, tapi belum mendapatkan kesempatan tampil di level tim nasional.

 

Video

2 dari 4 halaman

Bintang di PSIS

Duet penyerang PSIS, Bruno Silva (kiri) dan Hari Nur Yulianto, merayakan gol pertama ke gawang Arema di Stadion Moch Soebroto, Magelang (8/12/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Hari Nur Yulianto cukup pantas menyandang predikat ikon di PSIS Semarang. Ia seperti kepingan puzzle di tim Mahesa Jenar. Hari Nur tercatat menjadi pemain yang paling lama berkostum PSIS sejauh ini.

Ia sudah berseragam PSIS sejak musim 2013, atau selama tujuh tahun ikut jatuh bangun bersama klub kebanggaan kota Lumpia. Kemudian prestasi mentereng PSIS dalam tiga musim terakhir, tak lepas dari jasa Hari Nur.

Musim 2017 adalah bagian awal sejarahnya karena ikut mengantarkan PSIS naik kasta ke Liga 1. Lantas di dua musim terakhir, kiprah Hari Nur semakin mengilap, meski harus bersaing dengan pemain lain termasuk barisan pemain asing.

Masuknya pemain baru maupun adanya pergantian pelatih, Hari Nur tetap pilihan utama permainan. Musim 2018 ia sukses melesakkan 12 gol, sementara musim 2019 lalu mengoleksi empat gol. Total ia sudah mengoleksi 49 gol untuk PSIS.

"Menjadi suatu kebanggaan bagi saya bisa bermain di tim yang penuh dengan sejarah. Bisa bermain untuk PSIS memang impian saya sejak kecil. Sekarang juga menjadi pemain yang punya penampilan banyak di PSIS, luar biasa rasanya," terang Hari Nur Yulianto.

"Semua gol yang saya cetak adalah momen istimewa. Namun, kalau disuruh memilih, tiga gol saya ke gawang Martapura FC pada 2017. Saat itulah PSIS memenangkan tempat ketiga dan tiket promosi ke Liga 1 sampai sekarang," ungkapnya.

 

Striker PSIS, Hari nur Yulianto. (Bola.com/Ronald Seger)
3 dari 4 halaman

Setia Bersama PSIS

Tujuh musim beruntun berseragam PSIS Semarang, sudah cukup membuktikan Hari Nur begitu setia. Akan tetapi, sebagai pemain utama di PSIS, Hari dapat mencuri perhatian klub lain yang berupaya merekrutnya.

Ia mengaku pernah digoda tawaran klub lain yang menginginkan tanda tangannya. Tidak hanya tim dalam negeri, seperti Bali United yang pernah dirumorkan tertariknya kepadanya, tim dari luar negeri pun sempat meramaikan bursa transfer seorang pemain yang akrab disapa Mukri ini.

"Pasti pernah ada keinginan bermain di tim lain, sebuah dinamika di sebuah kompetisi. Sempat ada keinginan bisa bermain di klub lain. Barangkali ingin mencoba pengalaman baru," ujarnya.

Hari Nur juga mengaku sempat ada tawaran dari klub di Liga Thailand. Ia mengaku saat itu ada beberapa agen yang menawarinya bermain di kompetisi Thai League 2. Dia pun menolaknya karena melalui agen, bukan klub yang bersangkutan.

"Namun, itu semua masa lalu, mungkin memang saya ditakdirkan untuk PSIS. Tim yang sudah membesarkan nama saya," tutur pemain 29 tahun.

 

4 dari 4 halaman

Penasaran Mengenakan Jersey Timnas Indonesia

Ekspresi striker andalan PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto usai mengoyak jala gawang Persija Jakarta di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (26/5/2019) malam. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pencapaian individu Hari Nur Yulianto pada musim pertamanya di Liga 1 2018 tergolong apik. Debutnya di Liga 1 membuat Hari Nur didapuk sebagai kapten tim.

Bertandem dengan striker asal Brasil, Bruno Silva, PSIS Semarang mampu mengoleksi 26 gol yang lahir lewat duet mematikan ini. Hari Nur menjadi pencetak gol terbanyak kedua PSIS dengan 12 gol, aau terpaut empat gol dari Bruno Silva.

Sampai dengan saat ini Hari Nur memiliki cita-cita kariernya semakin mengilap. Ia ingin mengenakan seragam Timnas Indonesia suatu saat nanti. Mantan penggawa PSCS Cilacap ini yakin pintu Tim Merah-putih masih terbuka baginya.

Dengan segala potensi yang ia miliki dan konsistensinya bersama PSIS, Hari Nur Yulianto belum sekalipun dilirik oleh Timnas Indonesia. Rapornya yang cukup apik di level klub, belum menarik perhatian tim pelatih Timnas Indonesia.

Tidak ada salahnya pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk memberikannya kesempatan kepada Hari Nur di Timnas Indonesia. Usianya yang masih dalam periode emas bisa menjadi pertimbangan dilirik Timnas Indonesia, ketimbang harus mengandalkan tenaga naturaliasi.

"Tentu saya ingin masuk Timnas Indonesia, siapa yang tidak punya keinginan mengenakan seragam Timnas Indonesia? Tapi, saya realistis saja, kalau memang mendapat kesempatan, ya harus dimaksimalkan dengan baik," jelas Hari Nur Yulianto.

Berita Terkait