Di Tengah Pandemi Virus Corona, PSG Berani Tebus Mauro Icardi dengan Harga Mahal

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 30 Mei 2020, 13:30 WIB
4. Mauro Icardi – Tak ada yang meragukan kemampuan yang dimiliki mantan pemain Inter Milan ini. Keahliannya dalam menjebol gawang lawan membuatnya mempunyai nilai lebih untuk menggantikan Lionel Messi di Timnas Aregntina. (AFP/Lucas Barioulet)

Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) menjadi satu dari sedikit tim yang kondisi finansialnya tetap stabil di tengah pandemi virus corona. Buktinya, klub milik taipan Qatar itu berani merogoh kocek cukup dalam untuk mengubah status Mauro Icardi.

Sebelumnya, Mauro Icardi merupakan pemain pinjaman PSG dari Inter Milan. Berkat ketajamannya di musim ini, tim berjulukan Les Parisiens tersebut mengaktifkan klausul pembelian secara permanen.

Advertisement

Mengutip dari keterangan jurnalis Sky Sport yang tersohor di Italia, Fabrizio Romano, PSG harus menebus Icardi dengan nilai transfer 50 juta euro atau setara dengan Rp813 miliar plus bonus 7 juta euro (Rp113 miliar).

Banderol tersebut disinyalir menurun karena efek dari wabah virus corona yang melemahkan ekonomi dunia. Sebelumnya, Inter Milan mematok 70 juta euro (Rp1,1 triliun) untuk bomber berdarah Argentina tersebut.

"Mauro Icardi ingin bertahan di PSG dan kami tengah dalam pembicaraan agar harapannya tersebut terwujud," kata Piero Ausilio, Direktur Olahraga Inter Milan dinukil dari The Guardian.

Video

2 dari 2 halaman

Dikontrak 4 Tahun

Mauro Icardi dengan Wanda Nara sedang berlibur. (instagram.com/mauroicardi).

Masih menurut Fabrizio Romano, PSG akan menawarkan kontrak jangka panjang untuk Mauro Icardi. Suami dari Wanda Nara itu diharapkan bisa diikat hingga 2024.

Bersama PSG di musim ini, Icardi mampu tampil produktif. Penyerang berusia 27 tahun tersebut berhasil menjaringkan 12 gol dari 20 penampilannya di Ligue 1.

Icardi telah membela Inter Milan sejak 2013. Peminjamannya ke PSG pada musim lalu disinyalir karena ketidaksukaan pelatih Antonio Conte terhadapnya.

Sumber: The Guardian

Berita Terkait