Irfan Jaya Pernah Disia-siakan PSM Sebelum Terima Tawaran Persebaya

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 05 Jun 2020, 16:15 WIB
Gelandang Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Sabah FA pada laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (8/2). Persebaya menang 3-1 atas Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Irfan Jaya pernah disia-siakan PSM Makassar sebelum menerima pinangan dari Persebaya Surabaya. Kejadian itu terjadi pada 2017 lalu.

Setelah menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21 2016 dengan 14 gol bersama PSM U-21, Irfan Jaya mencoba peruntungan bersama skuat PSM senior. Saat bergabung di masa pramusim, winger berusia 24 tahun ini tidak diangkut untuk pemusatan latihan (training centre) ke Bali.

Advertisement

"Saya sempat mengikuti latihan sehari bersama PSM sebelum mereka berangkat ke Bali untuk TC. Waktu itu nama saya tidak termasuk ke dalam skuat PSM untuk TC di Bali," kata Irfan Jaya dinukil dari YouTube Hamka Story 23.

Sebenarnya, Irfan Jaya tidak dicoret dari skuat PSM. Ia diminta oleh pelatih PSM saat itu, Robert Alberts, untuk kembali mengikuti latihan saat tim kembali dari TC di Bali.

Irfan Jaya bercerita, setelah ditinggalkan skuat PSM, ia pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Setibanya di sana, ia dihubungi oleh pelatih Persebaya Surabaya pada 2017, Iwan Setiawan.

"Saat saya pulang ke Banteng, saya membaca berita kalau Persebaya meminati saya. Di situ saya bingung. Apa menunggu PSM kembali ke Makassar atau pindah ke Persebaya. Saya minta restu kepada orang tua dan istri. Mereka mendukung saya," jelas Irfan Jaya.

Pada 2017 lalu, Persebaya masih berkutat di Liga 2. "Tidak apa-apa bermain di Liga 2 yang penting mendapatkan pengalaman dan jam terbang banyak," ucapnya.

Video

2 dari 2 halaman

Sudah Dipantau oleh Iwan Setiawan

Beberapa momen, pencetak 8 gol dari 26 laga tersebut juga sangat trendi dengan kaca mata yang dikenakannya. Ditambah, senyum manis yang ditunjukkan Irfan, menunjukkan ia sangat menikmati saat-saat santai di luar lapangan. (Liputan6.com/IG/@irfanjayaij41)

Ternyata, Iwan Setiawan telah lama memantau Irfan Jaya. Saat masih menangani Borneo FC U-21 di ISC U-21 2016, pemain bertubuh mungil tersebut menjadi momok menakutkan timnya.

Irfan Jaya menceritakan, PSM U-21 tiga kali berhadapan dengan Borneo FC U-21 pada tahun itu. Dalam tiga pertandingan, ia selalu mencetak gol.

Mulanya, Irfan Jaya sempat berpikir untuk tidak menerima tawaran dari Persebaya. Sebab saat itu, ia masih muda dan nihil pengalaman merantau di kampung orang.

"Saya sempat ragu ke Persebaya karena saya belum pernah merantau. Waktu kecil saya lihat Persebaya dan Bonek luar biasa. Fanatik sekali. saya sempat agak ragu mau ke Persebaya. Tapi saya beranikan. Orang tua mendukung siapa tahu rezeki di sana. Lalu saya berangkat," imbuh Irfan Jaya.

Pilihan Irfan Jaya menerima pinangan Persebaya dibanding PSM berbuah kesuksesan. Ia langsung menjadi pemain terbaik di Liga 2 2017 dan berhasil menembus skuat Timnas Indonesia U-23 dan senior.

Berita Terkait