Kiprah Hamka Hamzah di PSM, Dua Periode Tanpa Trofi Liga Indonesia

oleh Abdi Satria diperbarui 10 Jun 2020, 10:40 WIB
PSM Makassar - Hamka Hamzah (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Makassar - Hamka Hamzah merupakan stoper papan atas yang hingga kini masih beredar di Liga Indonesia. Tangguh mengawal lini belakang, plus piawai untuk mencetak gol, itulah yang menjdi kelebihan yang melekat kental dalam diri bek berdarah asal Makassar itu.

Legenda sepak bola Indonesia, Ronny Pattinasarani, pernah memujinya sebagai seorang pemain yang komplet. Dalam sebuah kesempatan kepada Bola.com, Ronny Pattinasarani menilai Hamka Hamzah sebagai penjelmaan dirinya kala memulai karier di PSM.

Advertisement

"Kalau mau tahu permainan saya ketika masih muda, lihatlah aksi Hamka," ujar Ronny kepada Bola.com saat menyaksikan latihan Timnas Indonesia U-20 di Lapangan PSSI, Senayan, 2002 silam.

Memang tidak salah pernyataan Ronny kala itu. Hamka yang merupakan produk kompetisi internal PSM, yang kala itu rutin berlangsung di Lapangan Karebosi masuk skuat senior Juku Eja saat usianya masih 17 tahun. Hal itu sama seperti Ronny ketika pertama kali berkostum Juku Eja pada era 1960an.

Saat itu tak mudah buat seorang pemain masuk skuat senior PSM. Apalagi standar prestasi Juku Eja pada musim sebelumnya terbilang tinggi. PSM meraih trofi juara Liga Indonesia 1999-2000 dan runner-up pada musim berikutnya. Juku Eja juga berjaya di level internasional dengan meraih trofi juara Piala Ho Chi Minh City plus menembus 8 besar Liga Champions Asia 2001.

Dalam skuat PSM musim 2001-2002 juga masih bercokol stoper yang sudah malang melintang di Liga Indonesia, seperti Josep Lewono (Kamerun), Jet Donald Laala dan Ronny Ririn. Nama terakhir adalah bek idola Hamka.

Bentuk penghormatan Hamkah kepada Ronny Ririn yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala Asia 1996 ini adalah memakai nomor punggung 23 yang melekat dengan idolanya itu. Sampai sekarang, Hamka identik dengan nomor punggung itu saat tampil bersama klub yang dibelanya.

Sejatinya, kesempatan bermain Hamka di PSM terbilang lumayan untuk pemain seusianya. Hamka Hamzah tercatat tampil sebanyak 12 kali bersama Juku Eja pada Liga Indonesia 2001-2002. Hanya, peluang menjadi pemain starter memang terbilang sulit.

 

 

Video

2 dari 3 halaman

Mencari Menit Bermain di Klub Lain

Hamka Hamzah saat masih berseragam PSM Makassar. (Bola.com/Abdi Satria)

Alasan itulah yang membuat Hamka Hamzah memutuskan menerima pinangan manajemen Persebaya Surabaya yang saat itu tengah bersaing di Divisi 1 (Liga 2). Ia menjalin kesepakatan dengan Persebaya ketika menjalani pelatnas Timnas Indonesia U-20 yang akan mengikuti turnamen Piala Hassanal Bolkiah 2002, Brunei.

Seperti diketahui, dalam ajang itu, Timnas U-20 sukses meraih trofi juara. Dalam laga final yang berlangsung di Hassanal Bolkiah National Stadium, Bandar Seri Begawan pada 26 Agustus 2002, skuat asuhan Bambang Nurdiansyah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0.

Sepulang dari Brunei, Hamka yang baru berusia 18 memulai petualangan membela klub Tanah Air. Selain Persebaya, ia juga tercatat pernah berkostum Persik Kediri, Persija Jakarta, Persisam Putra Samarinda, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Arema FC, Borneo, Sriwijaya plus klub asal Malaysia, PKNS.

Selama merantau di luar Makassar, Hamka meraih prestasi dengan menjadi bagian Persipura Jayapura saat juara Liga Indonesia 2010-2011. Sementara di level tim nasional, selain timnas U-20, Hamka juga pernah jadi bagian skuat timnas senior saat menjadi runner-up Piala AFF pada 2004 dan 2010.

 

3 dari 3 halaman

Periode Kedua Bersama PSM

Pemain PSM Makassar, Hamka Hamzah saat melawan PS TNI di Stadion Pakansari, Bogor (15/5/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sejatinya, semasa perantauannya, manajemen PSM berkali-kali merayu Hamka Hamzah agar kembali ke Makassar. Seperti diungkap Suhardi Hamid, mantan bendahara PSM.

"Saya selaku pengurus pernah melakukan negosiasi dengan Hamka selama tiga musim beruntun, tapi selalu gagal. Setiap akan melanjutkan pembicaraan lebih serius, Hamka sudah sulit dihubungi. Saat liga berlangsung, ia sudah bermain di klub lain," kata Suhardi kepada Bola.com.

Menariknya, meski selalu menolak tawaran PSM, Hamka tetap mendapat respek dari sesama pemain asal Kota Daeng. Apalagi setiap libur kompetisi, Hamka selalu menyempatkan diri ke Makassar. Termasuk membela berbagai klub amatir di turnamen Liga Ramadan.

Hamka akhirnya kembali berkostum PSM pada Liga 1 2017. Kembalinya Hamka tak lepas dari ngototnya manajemen PSM yang dikendalikan Munafri Arifuddin, plus rayuan rekan kecilnya, Zulkifli Syukur dan Syamsul Chaeruddin. Kebetulan, Hamka pernah berkeinginan kembali bermain di PSM bersama Syamsul.

Seperti pada Liga Indonesia 2001-2002, di mana PSM mampu menembus semifinal, pencapaian Hamka bersama PSM di Liga 1 2017 hanya di peringkat tiga. Ia pun hanya semusim di Juku Eja. Hamka kembali bertualang dengan berkostum Sriwijaya FC, Arema FC dan kini Persita Tangerang.

Meski kembali hanya semusim di PSM, kehadiran Hamka yang diplot sebagai kapten mampu membangkitkan euforia suporter di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. Saat pertandingan usai, suporter dan pemain bersama menyanyikan athem tim yang diinsiasi oleh Hamka.

Berita Terkait