Cerita Zulfiandi: Sepak Bola di Sawah Kering, hingga Tembus Timnas Indonesia U-19

oleh Nandang Permana diperbarui 12 Jun 2020, 11:02 WIB
Gelandang Madura United, Zulfiandi. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bireun - Gelandang Madura United, Zulfiandi, memanfaatkan waktu selama berada di kampung halamannya Banda Aceh, di masa karantina akibat pandemi virus corona ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

Selain berlatih mandiri, Zulfiandi sekalian mengenang masa kecilnya seperti bertemu dengan teman-teman kecil, atau mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah bagi kariernya sebagai pemain profesional.

Advertisement

Saat ini, Zulfiandi berada di Aceh setelah kompetisi Shopee Liga 1 2020 dihentikan. PSSI menghentikan Liga 1 yang baru memasuki pekan ke-3 bersamaan dengan merebaknya wabah virus corona.

Zulfiandi hampir tiga bulan berada di Aceh. "Setelah kompetisi terhenti, saya dan keluarga pulang ke kampung halaman di Aceh. Dan sudah hampir tiga bulan ini berada di Aceh . Mungkin akan tinggal di Aceh sampai ada pemanggilan dari klub," kata Zulfiandi kepada Bola.com, Jumat (12/06/2020).

Selama berada di kampung halamnnya, Zulfiandi memanfaatkan waktu bertemu teman-teman lamanya. Zulfiandi menyatakan banyak kenangan yang mencuat saat berbicara tentang masa kecil dengan teman-temannya tersebut.

Zulfiandi lahir dan besar di Bireun, empat jam perjalanan dari Banda Aceh. Namun, tak lama setelah Aceh dilanda bencana Tsunami pada 2014, keluarga besar Zulfiandi pindah ke Banda Aceh.

Di Bireun Zulfiandi menjalani masa kecil penuh kebahagian bersama teman-temannya. Dari mulai bermain bola di sawah, main layangan serta berlarian mengitari kampung halaman ia lakoni dengan kebahagian.

"Pulang ke kampung halaman, Aceh , jadi teringat masa-masa kecil dulu. Main bola di sawah yang kering, main layanan dan memainkan permainan rakyat dulu kala bersama teman-teman. Itulah yang saya tindukan, maka bertemu teman kecil itu sudah merupakan kebahagian yang sangat luar biasa bagi saya," ujar Zulfiandi.

 

2 dari 3 halaman

Jadi Anak Gawang

Zulfiandi bersama teman-teman masa kecilnya di Bireun. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri itu mengatakan masa kecil penuh kebahagiaan itu selalu menjadi cerita yang mendatangkan tawa dengan teman-temannya.

Di Bireun pula Zulfiandi kecil memantapkan cita-cita untuk masa depannya ingin menjadi pesepak bola profesional. Dari bermain di sawah yang kering hingga akhirnya bergabung dengan PSSB Bireun.

Ia sempat menyaksikan beberapa pertandingan besar saat menjadi anak gawang. Sebut saja laga PSBB Bireun versus Persib Bandung dan PSBB kontra Persija Jakarta.

"Karena sering main bola di sawah kering, cita-cita menjadi pesepak bola semakin kuat. Saya mengawali dengan bergabung SSB PSBB Bireun. Saya pernah menyaksikan pertandingan PSSB Bireun melawan Persib dan Persija sebagai anak gawang," ungkapnya.

Meski sempat mengalami pengalaman pahit pada 2004 saat tsunami datang menerjang Aceh, Zulfiandi tak pernah mengendorkan keinginan menjadi pesepak bola. Ya, saat kejadian tsunami itu, Zulfiandi harus kehilangan nenek tersayangnya yang tinggal di Banda Aceh.

"Sedih ya, padahal kalau liburan tiba, saya di Bireun selalu menunggu nenek datang dari Banda Aceh. Nenek wafat dalam kejadian itu, dan menjadi kesedihan saya saat itu," tuturnya.

 

3 dari 3 halaman

Dilirik Indra Sjafri

Para pemain Timnas Indonesia U-22 (kiri ke kanan), Zulfiandi, Saddil Ramdani, Evan Dimas Darmono, Syahrian Abimanyu, Egy Maulana Vikri, dan Firza Andika, saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Rabu (27/11/2019). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Hasrat besar Zulfiandi berkiprah di kancah sepak bola terus terjaga. Ia mengawali karier profesionalnya di PSSB Bireun yang saat itu berkompetisi di Divisi Utama Indonesia Primer League (IPL). 

Zulfiandi dikenal sebagai pemain yang berdaya juang tinggi dan bertipe petarung. Kinerja apiknya membuat Zulfiandi dilirik Indra Sjafri yang saat itu menukangi Timnas Indonesia U-19. 

Kepercayaan Indra Sjafri dibayar dengan lunas oleh Zulfiandi. Ia turut membantu Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF 2013.  

Tim-tim Liga 1 juga pernah merasakan servisnya seperti Bhayangkara FC dan Sriwijaya FC. Saat ini Zulfiandi membela Madura United.

"Makanya sekarang, saat Persiraja naik ke Liga 1, teman-teman bilang kesampaian juga bisa melihat saya main di Aceh. Dan saya akan bangga sekali jika bisa bermain baik di depan teman-teman kecil. Semoga ke depannya sepak bola Aceh lebih baik lagi," ujar Zulfiandi.

 

Berita Terkait