Eks Pelatih Persipura Ungkap Perbedaan Rencana Kompetisi Thailand dan Indonesia

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 13 Jun 2020, 13:45 WIB
Pelatih Persipura Jayapura, Wanderley Silva Junior saat mendampingi timnya melawan PS TNI pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Patriot, Bekasi (4/11/2017). PS TNI menang 2-1. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Persipura Jayapura, Wanderley Junior, angkat bicara mengenai langkah-langkah yang diambil otoritas sepak bola Thailand dalam menyikapi pandemi Corona. Eks Pelatih Persipura Jayapura ini menyebut di Thailand juga ada pemotongan gaji, seperti halnya yang dilakukan di Indonesia.

Menurut Wanderley, yang saat ini melatih Phrae United, gaji para pemain dan pelatih di timnya dipotong selama kompetisi dihentikan. Gaji pemain dan pelatih dipotong sebesar 70 persen di timnya yang kini berlaga di kompetisi Thai League 2.

Advertisement

"Namun, ini hanya untuk dua bulan saja, Mei dan Juni," kata Wanderley, kepada Bola.net.

"Maret dan April, kami belum ada pemotongan. Kemudian, Juli gaji penuh karena kami sudah akan kembali berlatih," sambungnya.

Berbeda dengan di Indonesia, yang besaran pemotongan gaji ditetapkan PSSI, di Thailand besaran pemotongan gaji setiap klub berbeda. Semua, menurut pelatih asal Brasil ini, tergantung negosiasi antara klub dan pemain juga pelatih.

"Ada tim yang memotong gaji 15 persen, ada juga 20 persen, atau 30 persen. Semua tergantung negosiasi," tutur Wanderley.

"Federasi hanya memutuskan untuk menyetop kompetisi. Sementara, untuk besaran pemotongan tidak ditentukan federasi," lanjut mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

 

Video

2 dari 3 halaman

Bergulir September, Gaji Utuh

Pelatih Persipura, Wanderley Junior saat memimpin timnya melawan Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (08/7/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu menyebut kompetisi Thailand akan dimulai lagi pada 12 September mendatang. Rencananya, kompetisi akan berlangsung sampai Mei mendatang.

Jadwal ini sejatinya sama dengan rencana Liga 1 di Indonesia bergulir lagi. Namun, jika di Thailand sudah ada jadwal pasti, di Indonesia masih belum ada titik terang.

Perbedaan lain ada di struktur gaji setelah kompetisi bergulir lagi. Kalau di Indonesia, ada usulan gaji pemain dan pelatih dipangkas 50%. Sementara, menurut Wanderley, di Thailand gaji kembali utuh seperti sebelum kompetisi dihentikan.

3 dari 3 halaman

Bursa Transfer

Wanderley Junior menghampiri bench Arema, setelah laga Arema versus Persipura, Minggu (16/7/2017) di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Jika di Indonesia tidak ada bursa transfer untuk lanjutan kompetisi mendatang, di Thailand situasinya berbeda.

Menurut Wanderley, kendati kompetisi September nanti merupakan lanjutan kompetisi yang dihentikan lalu, bursa transfer untuk lanjutan kompetisi tersebut tetap terbuka. Semua tim bisa merombak komposisi timnya saat ini.

"Ada sejumlah tim yang merombak total timnya," tegas Wanderley.

"Namun, kami tidak berencana mengubah komposisi tim. Pemain kami tetap, tak ada yang keluar dan masuk," lanjut pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura pada 2018.

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah/Serafin Unus Pasi, published 12/6/2020)

Berita Terkait