Gelandang Bhayangkara FC Tak Masalah Lanjutan Shopee Liga 1 2020 Digelar Tanpa Penonton

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 17 Jul 2020, 18:45 WIB
Gelandang Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon, berebut bola dengan bek Barito Putera, Ronny Beroperay, pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Selasa (29/5). Bhayangkara menang 4-2 atas Barito. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon, tak mempermasalahkan wacana PSSI dan PT Liga Indonesia (LIB) yang ingin melanjutkan Shopee Liga 1 2020 tanpa kehadiran penonton di stadion. Menurut Lee Yoo-joon, hal itu merupakan penerapan adaptasi baru dalam kehidupan.

Shopee Liga 1 2020 resmi kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang. PSSI dan PT LIB sudah sepakat menggelar laga secara tertutup atau tanpa penonton.

Advertisement

"Pertandingan digelar tanpa penonton, saya rasa tidak ada masalah. Saya setuju dan ini adalah bentuk adaptasi baru, baik bagi pemain maupun penonton," kata Lee Yoo-joon seperti dikutip situs resmi klub, Jumat (17/7/2020).

"Para penonton masih bisa menyaksikan pertandingan dari televisi. Untuk memberikan dukungan, mereka bisa melalui media sosial," tegas Lee Yoo-joon.

Pertandingan tanpa penonton bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia. Langkah itu sudah dilakukan ketika ada klub yang mendapatkan sanksi berat dari PSSI dengan mengelar pertandingan tanpa dihadiri suporter.

Selain menggelar laga secara tertutup, Shopee Liga 1 2020 juga akan digelar secara terpusat di Pulau Jawa. Klub-klub yang berasal dari luar Pulau Jawa akan ditempatkan secara terpusat di Yogyakarta.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Dukung Protokol Kesehatan

Bek Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon, bersiap melepaskan umpan saat melawan Persipura pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selain itu, Lee Yoo-joon juga mendukung keputusan PSSI untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama pertandingan Shopee Liga 1 2020. Menurut Lee Yoo-joon, hal itu akan memberi jaminan keselamatan kepada pemain.

Protokol kesehatan ketat yang akan dilakukan adalah tes rapid sebelum dan setelah pertandingan. Kemudian juga para pemain dilarang melakukan kontak fisik selama pertandingan.

"Yang terpenting adalah masing-masing klub memperhatikan para pemain, dijaga untuk tidak melakukan kontak, dan PSSI menetapkan protokol dalam pelaksanaan pertandingan. Bagi pemain saat bertanding mereka hanya akan fokus pada pertandingan," tegas Lee Yoo-joon.