Harus Operasi Bahu, Matthijs De Ligt Menepi 3 Bulan

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 11 Agu 2020, 09:27 WIB
Matthijs de Ligt (85,5 juta euro) - Matthijs de Ligt menjadi bek termahal yang dibeli Juventus pada 2019. Pemain asal Belanda ini ditebus Juventus dari Ajax dengan harga mencapai 85,5 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Turin - Bek Juventus, Matthijs de Ligt, harus menjalani operasi bahu. Dia diperkirakan butuh waktu pemulihan selam tiga bulan, sehingga kemungkinan bakal menepi sampai November 2020. 

Matthijs de Ligt kali pertama mengalami dislokasi bahu kanan pada akhir 2019. Sejak itu, ia kerap mengalami gangguan karena cedera di bahunya itu. 

Advertisement

Operasi itu ditunda sampai mendekati akhir musim 2019/2020. Namun, karena Juventus sudah tereliminasi dari Liga Champions, pemain asal Belanda itu bisa langsung naik meja operasi. 

Menurut Tuttosport via Football Italia, Minggu (9/8/2020), tipe operasi seperti ini akan membuatnya tidak bisa beraksi di lapangan selama dua atau tiga bulan. 

Ada alasan lain yang membuat De Ligt terpaksa menunda operasi itu cukup lama. Bianconeri sedang kehabisan stok pemain di posisinya, karena Giorgio Chiellini dan Merih Demiral juga mengalami cedera panjang. 

Demiral sudah hampir pulih sepenuhnya dari cedera ACL, sedangkan Chiellini juga sebentar lagi akan comeback. Alhasil, Matthijs de Ligt tak perlu lagi menunda operasi. 

 

Ingin lihat jadwal pertandingan, hasil pertandingan dan highlights pertandingan Liga Champions, silakan klik di sini.

Jika kalian juga ingin melihat jadwal pertandingan, hasil pertandingan dan cuplikan pertandingan Liga Europa, silakan klik di sini.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Catatan Buruk Juventus

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, berbicara dengan Cristiano Ronaldo saat menghadapi AC Milan pada laga lanjutan Serie A di San Siro, Rabu (8/7/2020) dini hari WIB. Juventus kalah 2-4 atas AC Milan. (AFP/Miguel Medina)

Sementara itu, kegagalan Juventus lolos ke perempat final Liga Champions 2019/2020 jadi catatan buruk. Sejak musim 2011/2012 ini kali pertama Juventus menyudahi musim ini hanya dengan raihan satu trofi. 

Seperti dilansir Football Italia, Bianconeri membukukan catatan spesial pada musim ini dengan memenangi Serie A sembilan kali beruntun. Namun, selain catatan itu, kiprah Juventus pada musim ini bisa dibilang gagal. 

Juventus kalah 1-3 dari Lazio di ajang Piala Super Italia pada Desember 2019. Setelah itu, Si Nyonya Tua takluk dari Napoli melalui adu penalti di Coppa Italia. 

Cerita buruk Juventus bertambah kelam pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2019/2020 melawan Lyon di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB. 

Pertandingan krusial itu berhasil dimenangi Juventus dengan skor 2-1. Sayangnya, tim besutan Maurizio Sarri tetap tersingkir. Kedua klub membukukan agregat 2-2, tapi Lyon berhak menembus babak delapan besar berkat keunggulan gol tandang. 

Berita Terkait