PBSI dan Sejumlah Induk Organisasi Olahraga Indonesia Mendukung Kehadiran BSANK

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 13 Agu 2020, 16:45 WIB
Menpora Zainudin Amali berharap kepada pengurus BSANK (Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan) periode 2020-2024 membantu Kemenpora di bidang keolahragaan sebab tugas BSANK adalah standardisasi dan akreditasi keolahragaan secara nasional. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Bola.com, Jakarta - Kehadiran Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) mendapatkan banyak dukungan dari berbagai induk organisasi olahraga di Indonesia. Bahkan dukungan juga datang dari Presiden Asosiasi Sepak Takraw Asia (ASTAF).

PB PBSI menjadi satu dari sejumlah induk olahraga di Indonesia yang mengungkapkan dukungannya terhadap lembaga yang berkantor di Gedung Grha Pemuda dan Olahraga Kemenpora Lantai 5 di Jakarta.

Advertisement

PB PBSI melalui surat yang ditandatangani Sekjen Achmad Budiarto menjelaskan dalam testimoni bahwa pihaknya mendukung keberadaan BSANK dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis.

"Kami mendukung penuh keberadaan BSANK sebagai pemenuhan amanat Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Nomor 3 Tahun 2005 an PP Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional sebagai bagian peningkatan prestasi olahraga," ujar Achmad Budiarto.

Setelah terakreditasi BSANK, PBSI bukan hanya merasa dihargai, tapi lebih terpicu untuk menjalankan organisasi menjadi lebih baik. Bahkan menurut Achmad Budiarto, PBSI akan berusaha meningkatakan kualifikasi dari akreditasi B yang mereka dapatkan menjadi akreditasi A.

"Keberadaan BSANK menjadikan kami selaku pelaksana organisasi mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan di dalam organisasi," ujar Sekjen PBSI itu.

Video

2 dari 2 halaman

Bukan Hanya PBSI

Tidak hanya dari PB PBSI, dukungan terhadap BSANK juga datang dari sejumlah induk organisasi, mulai dari pencak silat (PB IPSI), Wushu (PB WI), dan Jetski (PP IJBA).

Tidak hanya itu, keberadaan BSANK juga mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF), Abdul Hakim Kader.

"Keberadaan BSANK sangat membantu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI). Dan kami siap bekerja sama dalam bentuk modul-modul kepelatihan yang terakreditasi sesuai dengan standar federasi internasional," ujarnya.

Ketua BSANK, Profesor Hari Amirullah Rachman, merasa berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh semua pihak, terutama dari induk organisasi olahraga yang ada di Indonesia. Ia berharap bisa mewujudkan misi untuk menegakkan pondasi olahraga Indonesia.

"Tanpa tenaga keolahragaan yang mumpuni dan terakreditasi maka akan sulit mewujudkan keinginan Indonesia meraih prestasi pada saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Untuk itu, BSANK hadir untuk menyiapkan pondasi olahraga yang kukuh dalam upaya mendorong prestasi atlet Indonesia menuju kancah dunia," ujarnya.

Berita Terkait