Carlos Oliveira Menyoroti Akurasi Crossing dan Tembakan Pemain Arema FC

oleh Iwan Setiawan diperbarui 19 Sep 2020, 19:00 WIB
Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, memberikan instruksi kepada pemain Arema FC dalam sesi latihan pagi, Sabtu (19/9/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pelatih baru Arema FC, Carlos Carvalho de Oliveira, sudah memimpin langsung latihan tim sejak Jumat (18/9/2020). Pelatih asal Brasil itu melihat ada beberapa hal yang harus sering diterapkannya dalam sesi latihan dengan tujuan membuat skema yang akan berjalan nanti bisa lebih sempurna.

Dalam latihan yang digelar di lapangan Balearjosari, Kota Malang, Sabtu (19/9/2020) pagi, Carlos Oliveira menerapkan tiga program, yaitu tendangan sudut, tendangan bebas, dan small side games dengan dua sentuhan. Dari program tersebut, ada dua hal yang jadi perhatian mantan pelatih Becamex Binh Duong itu, yakni akurasi tendangan sudut dan tendangan bebas.

Advertisement

Ia terus mengamati akurasi para pemain Arema FC. Sementara small side games diserahkan kepada dua asistennya, Kuncoro dan Singgih Pitono. Carlos melihat beberapa pemain yang akurasi umpan silangnya masih lemah.

Pemain sayap, Feby Eka Putra, banyak melepaskan umpan yang tidak tepat sasaran, tapi bukan berarti kualitas Feby tidak bagus. Saat latihan, Feby harus melepaskan umpan dengan kaki kiri, padahal dia kuat di kaki kanan.

"Saya yakin mereka bisa memperbaikinya. Tentu dengan terus mengulang latihan ini, karena itu membuat akurasi bisa menjadi lebih baik," jelas pelatih Arema FC itu.

Carlos Oliveira pun sempat menghampiri pemain Arema FC yang melakukan crossing, seperti Bagas Adi Nugroho dan Rizky Dwi Febrianto. Mereka diminta mengarahkan bola tepat ke kepala striker yang ada di dalam kotak penalti. Ketika akurasinya melenceng, Carlos meminta pemain untuk menendang bola dengan sisi bagian dalam kaki agar akurasi bola bisa terjaga.

Video

2 dari 2 halaman

Tendangan Bebas yang Melenceng Jauh

Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, ketika berlatih tendangan bebas pada Sabtu (19/9/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sementara saat sesi tendangan bebas, sangat jarang pemain bisa membuat gol. Padahal tidak ada pagar betis yang dibuat di antara mereka dan gawang.

"Program latihan ini jadi cara untuk menciptakan momentum mencetak gol dalam pertandingan," tegas Carlos Oliveira.

Ketika ada akurasi pemain yang melenceng jauh, Carlos tampak kurang puas. Namun, ia yakin beberapa waktu ke depan anak asuhnya itu bisa menjadi lebih baik.

"Bayangkan melakukan tembakan ini seperti dalam pertandingan sesungguhnya. Bayangkan juga itu kesempatan terakhir kalian untuk mencetak gol," teriak Carlos ketika memancing konsentrasi anak asuhnya.

Arema FC memang tidak punya sosok yang selalu menjadi andalan dalam mengeksekusi bola mati pada musim ini. Bicara musim lalu, Arema FC masih punya Makan Konate, tapi musim ini mereka sudah kehilangan Oh In-kyun yang bisa menjadi andalan. Pemain asal Korea Selatan itu memilih pensiun dan tidak melanjutkan kontrak bersama Arema FC.