Liga Italia: Weston McKennie Menilai Wajar Jika Cristiano Ronaldo Sombong dan Angkuh, tapi...

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 09 Okt 2020, 17:15 WIB
Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, saat melawan Sampdoria pada laga Serie A di Stadion Allianz, Minggu (20/9/2020). Juventus menang dengan skor 3-0. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Pemain anyar Juventus, Weston McKennie mencoba mendeskripsikan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, wajar jika rekan setimnya itu sombong dan angkuh.

McKennie menjadi pemain Juventus setelah direkrut dengan status pinjaman dari klub Bundesliga, Schalke 04 seharga 4,5 juta euro. Namun, Bianconeri diwajibkan mempermanenkan statusnya jika situasi tertentu dipenuhi.

Advertisement

Berada satu tim dengan Cristiano Ronaldo jadi pengalaman menarik buat pemain asal Amerika Serikat itu. Banyak hal positif yang ia lihat dari sang megabintang.

"Saya masih ingat pertama kali bertemu dengannya, saya berjalan di sebuah lorong dan saya merasa, wow, tenang... tenang," buka McKennie kepada ESPN FC.

"Dia adalah orang yang sangat tulus, berbicara langsung pada intinya, dia ingin menang, dia memiliki mentalitas yang hebat dan kami kerap bercanda bersama. Dia memanggil saya Texas Boy," lanjutnya.

Ronaldo adalah pemain dengan CV yang sangat gemilang. Dengan kondisi seperti itu, menjadi sombong dan angkuh adalah hal yang wajar. Namun Ronaldo tidak mengambil langkah itu, begitu kesaksian McKennie.

"Untuk seorang pemain dengan segala pencapaian dalam karirnya, Cristiano Ronaldo bisa saja menjadi sombong dan angkuh. Tapi dia sangat terbuka, hangat, dan membawa semua pemain ke dalam permainan tanpa peduli usia anda," tambahnya.

 

Video

2 dari 2 halaman

Bangga Dilatih Andrea Pirlo

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, melintas di depan Cristiano Ronaldo usai melawan Sampdoria pada laga Serie A di Stadion Allianz, Minggu (20/9/2020). Juventus menang dengan skor 3-0. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

McKennie juga mengingat momen-momen latihan di bawah asuhan Andrea Pirlo. Ia mengatakan kalau mantan penggawa Juventus dan AC Milan tersebut kerap ikut dalam sesi latihan pertandingan dan mengaku kesulitan merebut bola darinya.

"Terkadang dia bermain bersama kami dan dia sangat elegan serta acuh tak acuh, namun di saat bersamaan anda tidak bisa mengambil bola darinya dan dia bermain dekat dengan lini belakang, jadi memilikinya sebagai pelatih rasanya keren," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

Dilansir dari: Bola.net (Yaumil Aziz, published 9/10/2020)

Berita Terkait