Hanya Finis ke-8 MotoGP Teruel, Fabio Quartararo Bingung

oleh Hendry Wibowo diperbarui 26 Okt 2020, 10:00 WIB
Fabio Quartararo memimpin balapan MotoGP Andalusia, 26 Juli. (JAVIER SORIANO / AFP)

Bola.com, Alcaniz - Dua balapan di Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol, bak mimpi buruk untuk Fabio Quartararo. Setelah finis 18 pada MotoGP Aragon, Minggu (25/10/2020), ia hanya menempati posisi delapan MotoGP Teruel.

Memang ada peningkatan prestasi. Tapi untuk pembalap yang sedang bersaing jadi juara dunia seperti Fabio Quartararo, tambahan delapan poin bukan raihan baik. Apalagi pesaingnya, Joan Mir bisa finis ketiga.

Advertisement

Layaknya MotoGP Aragon, Fabio Quartararo menuturkan dirinya kembali bermasalah dengan ban di MotoGP Teruel. Namun ia tidak menyalahkan kompon ban medium baik bagian depan maupun belakang.

Karena dengan kompon sama, rekan setimnya Franco Morbidelli bisa secara meyakinkan menang balapan. Oleh karena itulah, Fabio Quartararo bingung begitu kesulitan meski memakai ban sama seperti sang partner.

"Ban baik-baik saja. Franco menang dan membuat balapan luar biasa dengan kompon medium (depan)-medium (belakang) dengan motor Yamaha. Jadi, pilihan bannya bagus," kata Quartararo.

“Pagi hari (sesi warm-up) kami menemukan sesuatu yang cukup positif yang kami rasakan bisa membuat motor semakin cepat. Tapi dalam balapan saya kehilangan segalanya, perasaan pada bagian depan motor," tambahnya.

"Begitu saya tiba pada balapan dari lap pertama, perasaan saya terhadap ban tidak ada sama sekali. Daya cengkeram menghilang, tidak ada traksi. Ini sangat, sangat aneh, saya tidak tahu mengapa, tapi ini aneh," pembalap asal Prancis itu melanjutkan.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Peningkatan Kecil

Pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, meraih pole position di MotoGP Jerez 2019. (AFP/Jorge Guerrero)

Fabio Quartararo turut mengakui telah meningkatkan performa di MotoGP Teruel ketimbang MotoGP Aragon. Hanya saja perkembangan yang ia tunjukkan sangat sedikit jika dibandingkan rival lain termasuk Franco Morbidelli sang pemenang balapan.

"Sangat sulit untuk mengatakannya, karena Franco sangat konsisten dan dia membuat peningkatan. Kami melakukan perbaikan dari minggu pertama (MotoGP Aragon) ke minggu kedua (MotoGP Teruel), tapi itu sedikit," Fabio Quartararo menjelaskan.

Hasil MotoGP Teruel semakin membuka persaingan jadi juara dunia MotoGP 2020. Kini diyakini enam pembalap masih punya peluang beesar untuk mengakhiri musim sebagai terbaik.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait