Arthur Irawan Beberkan Perbedaan Sepak Bola di Liga Spanyol dan Liga Belgia

oleh Hendry Wibowo diperbarui 30 Okt 2020, 12:30 WIB
Ilustrasi Arthur Irawan - Espanyol, Malaga, dan Waasland-Beveren (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Hampir satu dekade lalu, Arthur Irawan mencuri perhatian dengan kesempatan yang diraihnya untuk berlatih dan berkompetisi di Spanyol.

Tercatat dua tim Spanyol pernah ia perkuat: RCD Espanyol dan Malaga. Setelah mencoba peruntungan dengan memperkuat dua klub Spanyol, Arthur Irawan mencoba berkarier di Belgia.

Advertisement

Dia bergabung bersama Waasland-Beveren pada 2014. Saat itu, Waasland-Beveren tampil di Belgian Pro League yang merupakan kasta tertinggi sepak bola Belgia.

Namun kini, Arthur Irawan mulai fokus kepada karier sepak bola di Indonesia. Tercatat beberapa tim pernah ia perkuat dari Persija Jakarta sampai dengan saat ini, PSS Sleman.

Pada wawancara bersama channel YouTube, PSS TV, Arthur Irawan pun menceritakan perbedaan antara sepak bola Liga Spanyol dengan Liga Belgia. Pasti di setiap negara buat saya ada pola bermain berbeda," buka pemain berusia 27 tahun itu.

"Di Spanyol lebih possession base, taktis, mainnya sabar. Belgia, direct football, dari A ke B itu lebih cepat. Ya, dua jenis sepak bola yang sangat berbeda."

"Ada pro dan kontranya masing-masing. Harus adaptasi ke permainan bukan sebaliknya. Dari dua gaya sepak bola ini, saya terima ilmu positifnya saja," tambahnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Beruntung Bisa Berkarier di Eropa

Fullback PSS Sleman, Arthur Irawan. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Lebih lanjut Arthur Irawan merasa bersyukur bisa merasakan karier sepak bola di tanah Eropa. Karena menurutnya, semua pemain pasti ingin bermain di benua biru yang kerap disebut sebagai puncak tertinggi karier pesepak bola.

"Siapa tidak mau main di Eropa, itu namanya level tertinggi. Jadi motivasi saya di sana, saya tunjukkan Indonesia bisa bermain di Eropa. Saya juga orangnya religius. Jadi tujuannya untuk mengharumkan nama Indonesia dan juga tuhan," kata Arthur Irawan.

Dalam menjalani karier sepak bola di Eropa, tentu Arthur Irawan menghadapi banyak kesulita. Apalagi kultur negara Eropa berbeda dengan Indonesia.

"Pasti ada kesusahan masing-masing ya, apalagi beda kultur. Jauh dari keluarga. Tapi saya termotivasi untuk jadi pemain sebaik mungkin. Dan kita itu semua pasti ingin main di Eropa," tambahnya.

Sayangnya meski sempat berkarier di tanah Eropa, kini karier Arthur Irawan juga tak cemerlang di Indonesia. Tercatat, menit bermainnya masih minim pada beberapa klub.

 

Sumber: Channel YouTube PSS TV

Berita Terkait