Menpora Belum Tentu Sisihkan Anggaran untuk Pemusatan Latihan Jangka Panjang Piala Dunia U-20 2023

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 28 Des 2020, 21:30 WIB
Menpora RI, Zainudin Amali, saat launching Kompetisi Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mempersilakan PSSI untuk mengajukan proposal terkait rencana pemusatan latihan jangka panjang demi Piala Dunia U-20 2023. Namun, pihaknya belum bisa menggaransi untuk menyetujui permintaan tersebut.

"Kami belum bisa memastikan anggarannya karena masih menunggu perencanaan PSSI terkait pemusatan latihan jangka panjang Piala Dunia U-20 2023," kata Amali.

Advertisement

"Kami persilakan pemusatan latihan jangka panjang. Tentu, PSSI harus menyerahkan proposal ke Kemenpora untuk kami review, apakah anggarannya sesuai atau tidak," jelas menteri asal Gorontalo tersebut.

Amali mengatakan bahwa PSSI berencana membuat pemusatan latihan jangka panjang untuk Piala Dunia U-20 2023 dalam rapat koordinasi (rakor) dengan beberapa menteri pada Senin (28/12/2020) menyusul pembatalan Piala Dunia U-20 tahun depan.

"Setiap cabang olahraga yang meminta difasilitasi oleh Kemenpora, proposalnya harus kami review. Seperti apa skemanya, nanti ditanyakan kepada PSSI. Bagaimana pola pemusatan latihan jangka panjang, kompetisi untuk usia muda, dan lain-lain. Kami masih menunggu," jelas Amali.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Nasib Anggaran Rp50,6 Miliar

Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap).

Sebelumnya, pada Juli 2020, Menpora mengalokasikan bujet Rp50,6 miliar kepada PSSI sebagai persiapan Timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2023. Karena turnamen itu dibatalkan, sisa anggaran bakal ditarik kembali.

"Soal anggaran yang telah kami fasilitasi beberapa bulan lalu dan sudah digunakan, itu berlakunya hingga 31 Desember 2020," tutur Amali.

"Setelah itu, kami lihat penggunaannya seperti apa. Apakah 100 persen digunakan atau tidak. Nanti ada pertanggungjawabannya."

"Karena menyangkut administrasi, kami berdiskusi terus dan melakukan pendampingan kepada PSSI supaya tidak ada kesalahan terkait administrasi ini," ucap Amali.